BKKBN Provinsi Jawa Tengah Gandeng Masyarakat Kendalikan Populasi Penduduk

BrebesKualitasnews,- Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Edy Sukotjo, mengungkapkan penduduk yang banyak bila tidak berkualitas akan jadi beban Negara. Untuk itu, seluruh pihak dari berbagai elemen harus bersama-sama mampu mengendalikan penduduk dan menciptakan penduduk yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Edy Sukotjo saat menyampaikan materi Integrasi kampung KB bersama Mitra Kerja 2017 di Desa Cenang Kecamatan Songgom dan Desa Kendawa Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jumat (29/12).

Mengikuti KB, kata Edy, merupakan langkah cepat dan tepat untuk mengendalikan penduduk dan menciptakan keluarga berkualitas. Dengan adanya Kampung KB, akan menjadi contoh bagi kampung kampung lainnya dalam menciptakan keluarga berkualitas. Untuk itu, Pasangan Usia Subur (PUS) di Kampung KB harus mencapai 100 persen dalam keikutsertaan ber-KB.

Dengan integrasi kampung KB, lanjutnya, dapat mendorong warga dapat mengetahui sekaligus kehidupan ber-KB. Ada banyak alternatif alat kontrasepsi yang dapat dipilih untuk perempuan maupun laki laki. Paling aman dengan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implant, dan MOP/MOW.

Dia menjelaskan, Kampung KB tidak hanya menangani persoalan pasang memasang alat kontrasepsi saja. Tetapi lebih ditekankan pada pembinaan dengan kelompok binaan seperti Kelompok Bina Kelompok Balita (BKB), Bina Kelompok Remaja (BKR), dan Bina Kelompok Lansia (BKL).

Bina keluarga balita, lanjutnya, mengarahkan orang tua jadi hebat dan anaknya juga berkualitas. Menciptakan anak berkualitas, dimulai dari mengasuh, merawat dan mendidik anak dari dini. Anak yang berkualitas, antara lain bersekolah yang tinggi, berkompetensi tinggi.

BKR, mengajak remaja memahami terhadap generasi yang berencana. Terlihat remaja sekarang jarang bermasyarakat, akibat terbelenggu gatget, padahal pola hidup tersebut tidak sehat. Untuk itu, desa harus dibangun agar remaja tidak harus keluar tetapi bisa membangun desanya, agar menjadi desa mandiri. “Remaja yang kreatif, inovatif dan berpendidikan tinggi mampu menciptakan desa yang mandiri sehingga tak perlu merantau,” tegasnya.

Sedangkan di Bina Keluarga Lansia (BKL), mengupayakan lansia yang tangguh, aktif, berdaya guna. Meski sudah lansi tetap ada kegiatan, mensyukuri diri sebagai Lansia yang produktif.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Penduduk Perlindugnan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes Hj Farikha menjelaskan, di Indonesia terjadi angka kelahiran 70-80 tiap hari. Maka masalah kependudukan menjadi makin rumit bila tidak dikendalikan bersama-sama.

Penduduk yang besar penuh permasalahan, lanjutnya, contoh kecil masalah sampah. Tiap orang menghasilkan sampah, bahkan bayi saja sudah menghasilkan sampah yakni pempes. Belum bungkus makanan, maka semakin banyak penduduk akan menumpuk pula sampah.

Termasuk kesehatan, kebutuhan ekonomi, lahan pangan, papan, sandang, dan berbagai kebutuhan manusia akan menjadi problema bersama. “Integrasi Kampung KB, menjadi lahan solusi bersama menangani berbagai problema kependudukan. Kita harus guyub rukun saling berkontribusi secara sinergi dan integral,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan berbagai kesenian warga kampung serta diberikan berbagai hadiah. Kepada hadirin yang bisa menjawab pertanyaan terkait KB dan kependudukan. Hadiah berupa powerbank, HP dan sepeda gunung. (KN)

 

 

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar