DPD IKPINDO Prihatin Kondisi Hutan Brebes

Kegiatan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Kabupaten Brebes di obyek Wisata Kalibaya, Puncak Lio Salem, Brebes (25/12/2016 )

Brebes, Kualitasnews,- Di musim penghujan, kondisi lahan kritis di Kabupaten Brebes makin memprihatinkan. Terutama di wilayah Kecamatan Sirampog dan Paguyang

Kegiatan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Kabupaten Brebes di obyek Wisata Kalibaya, Puncak Lio Salem, Brebes (25/12/2016 )
Kegiatan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Kabupaten Brebes di obyek Wisata Kalibaya, Puncak Lio Salem, Brebes (25/12/2016 )

an belum bisa dipulihkan karena perubahan alih fungsi hutan oleh warga masyarakat setempat. Yang semula lahan ditanami tanaman keras, kini menjadi tanaman holtikultura atau sayur sayuran. Sehingga dikhawatirkan terjadinya longsor dan banjir bandang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Kabupaten Brebes Dadi Fakur, disela tanam pohon di obyek Wisata Kalibaya, Puncak Lio Salem, Brebes (25/12) lalu.

Menurut Dadi, banyak terjadi alih fungsi hutan dari menanam kopi, pinus, beralih ke sayur mayor antara lain di desa Sridadi, Wanareja, Kaligiri, Cilibur, Dawuhan dan sekitarnya. “Secara ekonomi memang menjanjikan karena panennya cepat namun secara ekologi sangat merugi dan terjadi kerusakan alam,” tegasnya.
Ipkindo, lanjutnya, telah melakukan upaya pembinaan kepada warga setempat agar tidak mengalihkan fungsi hutan. Namun tidak bisa terbendung karena lahan yang Mereka garap milik pribadi dan kalau dilihat keuntungan secara ekonomi cepat menghasilkan. Sehingga antara kesadaran dan kondisi riil di lapangan berbeda jauh.

Berbeda dengan warga Salem, sambungnya, secara umum Mereka memiliki usaha perkayuan yang hidup. Bahkan bibit saja tidak mengandalkan pada pemerintah namun berani membeli bibit pohon untuk melangsung kelestarian hutan.

Kondisi lahan kritis, lanjutnya, juga menimpa kawasan hutan di Kecamatan Larangan. Lebih dari 250 ribu hektar terjadi lahan kritis akibat kurangnya air alias tanah tadah hujan.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Brebes Murohyati menambahkan, kegiatan tanam pohon di Kalibaya sebagai upaya refleksi akhir tahun. Para penyuluh kehutanan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan bersama melakukan kemah bakti di Kalibaya.

Sebanyak 20 anggota Ipkindo dan LMDH Salem 25 orang melakukan renungan dan saling berdiskusi menyatukan diri dengan alam sebagai rimbawan sejati dan menjiwai tugas pokok dan fungsinya sebagai penyuluh dan masyarakat hutan. “Alhamdulillah, bisa tertanam 1.500 pohon pala di Kawasan Lio Rimba Raya, Kalibaya….” pungkas Murohyati. (w/KN)