Eksotisme Pantai Pandansari Kaliwlingi Brebes

Hutan Mangrove Kaliwlingi Brebes Jawa tengah
Hutan Mangrove Kaliwlingi Brebes Jawa tengah

Brebes kualitasnews,- Eksotisme pantai Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes tak terbantahkan. Destinasi baru bagi dunia pariwisata bahari di Kota Bawang itu, mulai dilirik wisatawan, karena menawarkan wisata hutan Mangrove dan pulau pasir yang elok.
Bahkan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE di dampingi kepala SKPD terkait melakukan kunjungan special ke pantai yang merupakan deretan wilayah pesisir utara sepanjang 36 kilometer. Juga turut menikmati keindahan pantai, anggota DPRD Brebes Waidin SE dan Wamadiharjo. Rombongan melakukan kunjungan usai membukan Jambore Mangrove, Jumat (27/11) lalu.
Peraih Kalpataru 2015 Mashadi sebagai pemandu menjelaskan, Pandansari merupakan daerah yang beberapa tahun lalu terkena abrasi, hingga ratusan tambak milik warganya tenggelam tergerus air laut.
Namun dari bencana tersebut, merubah pola hidup masyarakat setempat untuk menjadikan Pandansari sebagai daerah Ekowisata hutan mangrove. Pantai ini ramai dikunjungi mulai Idul Fitri 2015 lalu. “Ada sekitar 200 sampai 300 pengunjung ketika hari minggu dan hari libur,” terang Mashadi.
Bada Ashar, sekitar 50 orang rombongan Bupati dan pelancong menyusuri laut dari dermaga menuju pulau pasir. Sebelum sampai ke Pulau Pasir, dari kejauhan terlihat pasangan muda-mudi sedang menanti sunset (matahari terbenam) sembari membidikan kamera ke arah barat.
Dengan fasilitas perahu bermesin diesel, setidaknya bisa menikmati dua pemandangan sekaligus yakni rimbunnya hutan mangrove dan Pulau Pasir. Sepanjang penyusuran pantai, burung camar dan bangau terbang melayang-layang diatas hutan mangrove. Terkadang mematok ikan gabus yang tengah menari-nari diatas air laut.
Tujuan wisata dari Ekowisata Pandansari adalah Pulau Pasir. Pulau ini merupakan tanah timbul berupa pasir laut dan berjarak sekitar 1,5 Km dari perumahan warga.
Pulau Pasir yang layaknya seperti daratan pantai ini terhampar di tengah-tengah antara tambak warga Pandansari dan Laut Jawa dengan luas hamparan sekitar 10 hektare.
Untuk menuju tempat ini warga yang hendak berwisata bisa diantar oleh perahu dengan biaya murah sekitar 10 ribu rupiah pulang pergi (pp) per- orang.
Berbeda dengan wisata laut lainnya, di Pandansari ini wisatawan akan mendapat sensasi tersendiri, yakni saat menuju objek ke Pulau Pasir. Para pelancong terlebih dahulu menumpang perahu untuk menuju tempat tersebut. Perjalanan inilah yang oleh para pelancong mempunyai perbedaan tersendiri bila berwisata ke pantai-pantai lainnya.
Dengan deburan ombak yang tidak begitu besar, pelancong akan merasakan pemandangan perjalanan dari Dermaga Perahu menyusuri sungai yang sudah berbaur dengan tambak warga karena abrasi. Pelancong juga akan di suguhi pemandangan tumbuhan bakau (mangrove) di atas bekas bedeng tambak yang sudah menyatu dengan air laut.
Selain itu juga dalam perjalanan yang mebutuhkan waktu lebih kurang 30 menit ini, pelancong bisa menikmati bagaimana kegiatan warga Pandansari yang tengah mencari binatang laut di bekas tambak yang tenggelam untuk kebutuhan sehari-harinya, seperti mencari kerang, udang maupun ikan.
Setelah hampir 30 menit, perjalanan menggunakan perahu nelayan tujuan ke Pulau Pasir Pandansari sudah berakhir.
Di sebelah utara wisatawan bisa memandang hamparan luas Laut Jawa dengan birunya air laut dan pemandangan kapal-kapal nelayan yang berjalan menyisir pantai. Sementara disekelilingnya, baik sebelah barat, selatan maupun timur terlihat hamparan tambak dengan banyaknya rimbunan tumbuhan mangrove (bakau). Untuk anak-anakpun bisa menikmati mandi dengan jernihnya laut Pulau Pasir Pandansari.
Ayu Losari bintang D Akademi Indosuar yang ikut melancong mengaku senang menikmati eksotisme pantai pandansari.
Menurutnya dirinya sering ke pantai, namun biasanya wisata ke pantai hampir semuanya sama. Namun berwisata ke Pulau Pasir ada sesuatu yang lain, terutama bila menuju Pulau Pasir yang menggunakan perahu.
“Ada sensasi saat mengikuti perahu dan menyusuri tambak yang sudah hilang tergerus air. Dengan perjalanan wisata ini rasanya jiwa jadi tenang,” ujarnya.
“Belum ada tempat buat buang air kecil ya….,” kata Ayu.
Ayu bersama keluarganya sengaja datang ke Pandansari setelah melihat diinternet kalau di Brebes ada sensasi wisata yang menggoda. “Saya penasaran, eh ternyata bagus juga…. Nggak nyangka ibu Bupati juga ikut liat-liat ya,” kata Ayu dengan bangga.(kn/hms)

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar