H. Bahrudin Nasori,M.Si : 4 Pilar Kebangsaan Menjadi Kekuatan Negara

H. Bahrudin Nasori,M.Si, saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di gedung Islamic Centre Brebes
H. Bahrudin Nasori,M.Si, saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di gedung Islamic Centre Brebes
H. Bahrudin Nasori,M.Si, saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di gedung Islamic Centre Brebes

Brebes Kualitasnews- Anggota MPR RI fraksi PKB H. Bahrudin Nasori, M.Si kemarin telah melaksanakan Sosialisasi MPR RI di gedung Islamic Centre Brebes. Acara yang diikuti lebih 150 peserta berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Dihadapan peserta yang didominasi anggotan badan otonom NU tersebut, Bahrudin menjelaskan bagaimana pentingnya warga negara untuk memegang teguh dan menjaga 4 pilar kebangsaan yang menjadi kekuatan negara. Apalagi, saat ini banyak sekali serangan-serangan dari luar yang mencoba menggerogoti keutuhan bangsa ini. Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hasil ijtihad para founding father bangsa ini sudah sepatutnya aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

“Para pendiri bangsa ini tidak lah main-main dalam menciptakan dasar negara ini. Berbagai pemikiran jenius ditumpahkan demi berjalannya negara yang selama lebih dari 3,5 abad dijajah oleh bangsa lain” tutur Bahrudin.

Anggota komisi 3 DPR RI ini melanjutkan bahwa saat ini keprihatinan terjadi melihat warga negara yang semakin kikis rasa nasionalismenya akibat masuknya budaya asing tanpa adanya filterasi. Sehingga rasa cinta tanah air pun pudar dari waktu ke waktu. Karenanya, perlu adanya upaya membangkitkan kembali jiwa jiwa patriot di generasi muda untuk kokohnya bangsa indonesia kedepan.

Dalam kesempatan itu pula disampaikan tentang rencana pemerintah menjadikan tanggal 20 oktober sebagai hari santri nasional. Janji presiden Joko Widodo dalam kampanye nya yang semula akan ditetapkan setiap tanggal 1 muharram diganti dengan tanggal 20 oktober. Hal ini dilakukan karena adanya masukan dari PBNU. Tanggal tersebut adalah sebagai wujud nyata kontribusi para kyai dan santri yang dalam hal ini dibidani oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang notabene sebagai pendiri organisasi NU untuk mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia. Sehingga sangatlah tepat jika tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

“Kami para wakil rakyat dari Partai yang dilahirkan dari rahim NU sangat mendorong pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk segera merealisasikan janjinya tesebut” tambah dia.

Acara berlangsung dengan khidmat dan disambung dengan sesion tanya jawab dari para peserta. Turut hadir di acara tersebut para perwakilan Ormas mulai dari Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Banser. Hadir juga para fungsionaris PKB Kabupaten Brebes. (Bejo)