Hutan Mangrove Kaliwlingi Brebes Banyak dikunjungi Wisatawan.

Bupati Brebes menyusuri wisata Hutan mangrove kaliwlingi
Bupati Brebes menyusuri wisata Hutan mangrove kaliwlingi
Bupati Brebes menyusuri wisata Hutan mangrove kaliwlingi

Brebes kualitasnews,- Selain Pulau Pasir ada juga tempat tujuan lain yakni hutan mangrove sebagai tujuan wisata dari Ekowista Pandansari.
Kawasan hutan mangrove dengan luas 30 hektare itu sengaja di buat sebagai pencegah adanya abrasi yang meluas. Hutan Mangrove ini juga difungsikan sebagai tempat biota laut seperti kepiting, kerang darah ataupun ikan.
Untuk menunjang wisata ini, warga membuat tracking atau tempat berjalan bagi wisata yang ingin menyusuri dan melihat rimbunnya pohon bakau serta burung bangau yang kerap berada di rimbunan ranting atas pohon mangrove (bakau).

Selintas Tentang Pandansari
Pandansari adalah pedukuhan di daerah pesisir utara masuk Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, dengan jarak sekitar 10 km dari Kota Brebes.
Menurut Mashadi, tambak di Pandansari mengalami abrasi laut yang hebat semenjak tahun 1986.
Abrasi di akibatkan aliran sungai Ponggol (daerah aliran sungai Pemali) yang mengalir ke laut di bendung, hingga dampaknya aliran air ke laut mampat dan luberan air laut mennggenangi tambak warga Pandansari saat rob atau air pasang laut.
Dengan kejadian itulah setidaknya kurang lebih 850 hektare tambak milik warga hilang tergerus air laut.
Tahun 2008, dirinya merasa terpanggil untuk menanam mangrove. Dia tidak sendiri tetapi dibantu mantan Kepala Desa Kaliwlingi Rusjan beserta kelompoknya KBL Mangrove Sari dengan telaten mencoba menanam kembali mangrove untuk mencegah parahnya abrasi. Mangrove juga ditanam sebagai upaya mengembalikan ekosistem biota laut.
Sebagai gerakan awal melawan abrasi, mereka bersama para warga menanami pohon mangrove sebanyak kurang lebih 15 ribu pohon. Namun seiring dengan perjalanan waktu, mangrove mulai berkembang hingga kurang lebih kini berjumlah 1,7 juta pohon.
“Kami ingin masyarakat menghargai sumber daya alam pesisir agar bisa bermanfaat meski harus berjuang dengan susah payah menanam kembali pohon mangrove,” ujar Mashadi yang di tahun 2015 ini mendapat piala Kalpataru untuk kategori pengabdi lingkungan.
Dia dengan warga sekitar tengah berbenah, menghidupkan kembali ekosistem biota laut yang menjadikan hutan Mangrove sebagai salah satu media berkembang biaknya.
Masyarakat sekitar juga tengah gencar-gencarnya membenahi daerah yang terkena abrasi ini menjadi daerah tujuan Ekowisata yang asri.
“Saya ingin ke depan daerah pesisir Pandansari Desa Kaliwlingi ini menjadi desa mandiri pangan, jadi tempat ekowisata dan mangrove education,” tandas Mashadi.
Pandansari, daerah yang warganya nyaris putus asa dengan bencana abrasi mulai merasakan upayanya melawan ketidakberdayaan dengan membangun salah satu tempat berupa Ekowisata Mangrove. (kn/hms)