Idza : Wanita Punya Tantangan Berat Tapi Mulia

Wanita

WanitaBrebes kualitasnews,- Menjadi seorang wanita memiliki tantangan yang berat untuk mengantarkan kehidupan manusia dari generasi ke generasi agar menjadi lebih baik. Namun dibalik tantangan tersebut ada kemuliaan yang bisa diraihnya, manakala generasi tersebut terlahir berkualitas. Kualitas dalam artian lahir maupun batin.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang juga Ketua Dewan Pakar bidang Ekonomi PC Muslimat NU Brebes saat menyampaikan sambutan pertemuan Dwi Wulan PC Muslimat NU Kabupaten Brebes, di SMK Izzul Islam Salem, Ahad (11/10).

Idza berharap, anggota Muslimat NU Brebes terus berjuang menjadi pendamping yang kuat bagi suami dan anak-anak di rumah. Menjadi panutan, dengan tidak jengah menjadi pendidik di rumah dan di lingkungan masyarakat.

Selaku Bupati, dia juga menyarankan agar program-program Muslimat NU bisa disinergikan dengan program pemerintah kabupaten. “Program-program yang baik, program yang langsung bersentuhan dengan kemaslahatan umat,” ajaknya.

Ketangguhan wanita Muslimat NU Brebes, dalam pandangan Bupati sangat luar biasa. Terbukti setiap mengunjungi pengajian dengan gigih tanpa mengenal lelah. Meskipun harus menggunakan kendaraan doplak (mobil bak terbuka) yang menyusuri ngarai dan bukit pegunungan, tiada takut. “Saya sangat salut atas kegigihan wanita muslimat NU, khususnya di daerah Salem, Bantarkawung, Tonjong, Paguyangan, Bumiayu dan Sirampog yang harus bergelut melawan medan sulit saat mengunjungi pengajian rutin,” ungkapnya.

Muslimat NU diakuinya telah berperan banyak dalam pembangunan Brebes, terutama pembangunan dibidang rohani. Idza berharap, Muslimat NU untuk terus mengembangkan kegiatannya dan jangan pernah menyerah. “Jangan pernah menyerah dalam mengatasi segala macam persoalan, tetap semangat,” ucapnya dengan semangat.

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menjelaskan, pada periode kepengurusannya bertekad akan menguatkan Muslimat NU dari Cabang hingga Anak Ranting. Berbagai kegiatan akan diupayakan menyentuh seluruh warga muslimat dari tepian pantai hingga pucuk gunung. Kondisi geografis Brebes yang penuh pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi Muslimat NU untuk menyapa warganya. “Untuk hadir di Salem, kami berangkat Bada Subuh dan Alhamdulillah sampai di sini jam 11.00,” ucapnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Salem KH Cholid Nawawi menyanjung keberadaan Muslimat NU Salem. Dengan rutin, para ibu Muslimat terus menimba ilmu diberbagai majelis pengajian. Termasuk di majelisnya yang digelar setiap Ahad Pahing. “Dinamisasi kegiatan, menandakan Muslimat NU Salem menjadi lebih maju,” tuturnya.

Kiai Cholid mengingatkan arti pentingnya kedudukan wanita di dalam Al Quran yang menempatkan posisi wanita sebagai tiang Negara. Bila wanita tersebut baik maka baik pula Negara begitu pun sebaliknya. Bahkan Al Quran sendiri salah satu suratnya mengambil nama Annisa atau Wanita. “Ukuran kekokohan wanita, bisa dibuktikan ketika merawat keluarganya menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” tandasnya.

Ketua PAC Muslimat NU Salem Hj Dede Hikmatu Nafisah melaporkan, kalau di Salem telah berdiri Pimpinan Ranting sebanyak 21 dan Pimpinan Anak Ranting sebanyak 3. “Seluruh kepengurusan dan anggotanya bergerak aktif dan sangat bervariatif kegiatannya,” tambah Hj Dede. (Bedjo)