Mashadi, Si Putra Brebes Peraih Kalpataru

Brebes kualitasnews,- “Yang saya lakukan adalah semata-mata untuk menyelamatkan bumi tempat kita hidup” itulah kata-kata yang menjadi motivasi Mashadi dalam mengabdikan hidupnya untuk merenovasi ratusan hektar hutan mangrove di pesisir pantai Brebes yang selama ini telah rusak oleh abrasi dan tangan jahil manusia yang tak bertanggungjawab.

Mangrove bagi Mashadi adalah segalanya, sebatang mangrove buatnya adalah sesuatu yang sangat berharga untuk menyelamatkan setiap jengkal pesisir pantai Brebes dari gerusan air laut. Sehingga demi mewujudkan itu semua Mashadi dan anggota binaan yang tergabung dalam kelompok mangrove Pandansari Desa kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes rela bila harus bergelut dengan lumpur dan teriknya matahari pantai untuk merenovasi hutan mangrove, baik dari pemebenihan, penanaman sampai perawatan.

Sejak tahun 2005, Mashadi dan kelompok mangrove binaannya telah berhasil menanam sekitar 2.260.000 dengan luas area sekitar 200 hektar hutan mangrove yang berhasil direnovasi, sehingga layak saja bila pria kelahiran Brebes 1 April 1971 ini berhasil meraih penghargaan kalpataru sebagai pembina lingkungan yang diberikan langsung Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara  jumat (5/5/2015

Mashadi dipandang layak menerima Kalpataru karena telah konsisten bergerak di lingkungan sejak Tahun  2005  samapi sekarang. Juga mampu melakukan kreativitas  dan inovasi   kegiatan dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam  lokal dan Sumber Daya Manusia sekitar Lokasi Kegiatan dan komunitas Masyarakat lainnya. Disamping itu, mampu berkolaborasi dengan segenap elemen masyarakat dari berbagai kalangan dalam mengerakan kegiatannya seperti, pemerintah,  kelompok  basis, LSM Nasional maupun  Internasional, Perguruan Tinggi, Pelajar, Masyarakat Seniman dan budayawan sekitar lokasi kegiatan. Juga menggerakan kegiatan ekonomi Masyarakat  lokal sekitar kegiatan rehabilitasi Mangrove.

Manfaat yang didapat dari penyelamatan pesisir dengan mangrove, berdampak positif pada terjaganya wilayah pesisir dari abrasi  yang selalu  mengancam sebagian wilayah Budi daya perikanan di pantura Brebes. Banyak membantu program program pemerintah di bidang  pemberdayaan  masyarakat pada umumnya dan program lingkungan  hidup dan  penghijauan pantai pada khususnya. Terbentuknya sabuk hijau pantai Coastal green belt di sebagian wilayah  pesisir Kabupaten Brebes. Meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya kelompok dampingan  terhadap ekosistem pesisir dan dampak global warming dan climate   change. Pemanfaatan potensi lokal yang terabaikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Membantu mendatangkan program dari NGO,s dalam dan Luar negri serta  donasi dari berbagai perusahaan nasional melalui CSR. Banyak membantu peneliti Dari dalam negeri,  Perguruan Tinggi dan luar  negeri yang membutuhkan  dampingan selama kegiatan penelitian dan  survey di kawasan pesisir

Terhadap Air, udara/emisi, tanah/lumpur, kehati,suhu

Adapun dampak yang diperoleh dari kreativitas Mashadi menjadikan kondisi air tambak yang semakin membaik, dengan dibuktikan meningkatnya biota laut yang hidup di sekitar hutan mangrove, interusi air laut di lahan persawahan dapat di tahan dan di tekan. Sementara kwalitas udara yang ada di sekitar tanaman mangrove yang di rehabilitasi lebih bersih dan sejuk.

Kegiatan rehabilitasi mangrove yang lebih dari 2 Juta batang mampu melindungi tambak tambak petani dari gempuran ombak serta dalam kurun waktu 5 tahun terakhir mampu menangkap sedimen di beberapa titik muara sungai lebih dari 40 Ha. Sementara keaneka ragaman hayati di hutan yang di rehabilitasi semakin nampak bertambah dengan tumbuhnya tanaman tanaman pesisir yang sebelumnya belum ada dan berkurang kini secara alami mulai tumbuh dan berkembang biak, termasuk satwa reptil dan burung.

Mashadi melihat, abrasi yang menggerus daratan pantai dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi sejak tahun 1985–2010  berkisar 850 Ha. Efek  domino bagi masyarakat berupa hilangnya mata pencaharian, pengangguran, kemiskinan, urbanisasi.

Diapun dengan gigih melakukan rehabilitasi sejak  tahun 2007  telah tertanam  lebih dari 2 juta batang. Dari langkah kreatifnya 25 Hektar tambak yang terancam dapat terlindungi. Ekosistem pesisir juga berangsur membaik terbukti banyak biota laut yang dapat di manfaatkan masyarakat sebagai mata pencaharian. Sementara sawah yang terkena interusi air laut dapat di tekan dan diolah kembali. “Dari 22 Ha terdampak,  dapat dikelola 16 Ha,” terang Ayah dari Muhammad Bangkit Gunung Surya Samudra (18), Nok Ayu Nur Asih (16), Nugroho Mukti Syaelendra (11)

Menurutnya, dampak abrasi juga berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dan kemampuan meningkatkan SDM melalui pendidikan yang lebih layak. Anak-anak Desa Kaliwlingi yang terbatas untuk melanjutkan pendidikan ketingkat SMU dan Perguruan Tinggi. Dengan kekompakan masyarakat sudah berdiri SMP negeri 8 Brebes dan sekarang tengah di rintis SMK Bahari di Desa Kaliwlingi.

Tahun 2005, lanjutnya, akses jalan dan sarana kesehatan sangat susah di jangkau karena jarak dan sarana jalan yang jelek. Sehingga resiko tidak terlayani dan tidak tertangani sangat besar. Mashadi tanpa henti mendorong dibangunnya POLINDES di lahan Milik Kelompok binaannya.

Dampak tidak langsung dari kondisi lingkungan dan rehabilitasi mangrove, berupa dilibatkannya kelompok masyarakat dalam penanaman dan pemeliharaan. Area tambak dapat di rehabilitasi dan mata pencaharian masyarakat nelayan dan petani sawah mulai ada harapan. Peningkatan jumlah tangkapan, jarak dan waktu tangkapan nelayan juga makin dekat dan cepat.

Sementara untuk melestarikan budaya lokal di setiap even dan kunjungan tamu tertentu selalu mengedepankan sambutan dengan budaya lokal berupa sintren, calung dan kesenian daerah lainnya.

Dampak positif lain, paparnya, bisa memujudkan ketahanan air, kedaulatan pangan, ketahanan energi, pengembangan genetik, tehnologi tepat guna. Dengan penanaman yang di lakukan Mashadi mampu menahan dan menambah sedimentasi yang selanjutnya di tanami tanaman untuk sabuk hijau, sehingga laju interusi dapat di hambat dan ditekan.

Untuk memanfaatkan lahan sawah yang terkena interusi air laut, berhasil di uji cobakan dengan jenis padi TADAS ( Tahan dampak air asin ). Sedang untuk pertanian yang berkelanjutan, berupa sekolah lapang pertanian organik (SLPO) dengan di  lakukan penanaman padi tehnologi SRI.

Mashadi mengaku kalau keberhasilannya meraih Kalpataru bukan semata-mata gerak tangan dan pikirnya pribadinya semata. Namun atas kerja sama yang apik dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Kabupaten Brebes,  masyarakat sekitar, pelajar dan mahasiswa, perusahaan melalui program CSR,  NGOs dalam dan Luar negeri, dan lain-lain. “Alhamdulillah, dengan dengan sedimen dan tanaman mangrove banyak habitat fauna dan flora yang hilang kembali tumbuh dan berkembang seperti Soneratia, acantus ,burung migran dan kura kura,” pungkasnya.

Selain menerima Kalpataru, Mashadi juga pernah meraih prestasi dan penghargaan berupa penghargaan Adi Bhakti Mina Bahari bidang pengelolaan persisir kategori perorangan Dari Kementrian Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Tahun 2011. Apresiasi gerakan 1 milyard Pohon  OBIT ( one bilion Indonesian Tress ) Dari gubenur jawa tengah Tahun 2012 dan Penghargaan Dompet Dhuafa Award Kategori pejuang lingkungan tahun 2014.

Mashadi dengan prestasi nasionalnya, hidup sederhana di Jalan Kandri No 8 Rt 04 Rw 03 Desa Pagejugan Brebes. Hidupnya di abdikan untuk berbagai kegiatan sosial dan pertanian. Pernah dirinya mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Pagejugan terpaksa kalah dan meneruskan hidup sebagai petani.

Secara aktif Mashadi bergerak di berbagai kegiatan antara lain:

  • Koordinator IPPHTI ( Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia )     Kabupaten Brebes

  • Wakil Ketua HKTI  Kab Brebes

  • Pengurus KTNA ( kontak Tani Nelayan Andalan ) Kab Brebes

  • Sekertaris Fokus IPB  ( Forum Komunikasi Ikatan Petani Brebes )

  • Anggauta CSF Civil Sosiety Forum For Climat Justice

  • Ketua LPM Desa Pagejugan  tahun 2009 – 2013

  • Ketua KSU Masyarakat Sejahtera  Desa Pagejugan

  • Pokja Penanggulangan Narkoba Berbasis Masyarakat Desa Pagejugan

  • Pendamping masyarakat pesisir Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes   Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007 s/d sekarang

  • Koordinator Program Klp Mangrove Sari  2008  –  2013

  • Wakil ketua Assosiasi Bank Benih Tani Idonesia Tahun 2011 -2014

  • Asisten Manager Klinik IPTEK Mina Bisnis tahun 2012 s.d. 2014

  • Team inisiasi Perusda pangan Kabupaten Brebes Tahun 2013

  • Pelaksana Tugas Program Indonesian Reinforest Foundation 2013 sd 2016

  • Wakil Sekertaris Forum DAS Kabupaten Brebes Tahun 2013 sd 2018

  • Koordinator wilayah Kabupaten Brebes OISCA Indonesia Tahun 2014 – 2019

Beri Komentar