Pepadi Siap Bangkitkan Seni Pedalangan di Brebes

Ilustrasi
Ilustrasi

Brebes kualitasnews.com,- Setelah vakum cukup lama, akhirnya Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali bangkit menggeliat dan siap bangkitkan seni pedalangan yang ada di Kabupaten Brebes. Demikian dikatakan Susilo SPd  Ketua Pepadi terpilih untuk masa bakti 2013-2016 menggantikan dr. Djoko Sarkoro dalam Rapat Kerja (Rakerda)yang diadakan di Pendopo Brebes, Kamis 17 Oktober 2013 malam.

Menurut ketua lama dr. Djoko Sarkoro, digelarnya Rakerda karena sejak kepemimpinannya tahun 1995 hingga 2013 terjadi kevakuman kepengurusan dan kegiatan, sehingga perlu adanya regenerasi.

“Pepadi seperti kehilangan induk, untuk itu perlu adanya penyegaran dengan regenerasi kepad ketua yang lebih muda, yang tentunya bisa membawa Pepadi lebih bisa maju lagi dan dapat membangkitkan kesenian dalang yang ada di Brebes” ujar  Djoko.

Djoko  menceritakan, sejak kepengurusan dirinya 1995-2013 sangat berat menjalankan roda organisasi. Pepadi yang lahir 10 juli 2004 itu sebelumnya bernama Ganasidi (Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia) tertatih-tatih. Tantangan makin berat seiring dengan pergantian Stuktur organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab. Akhirnya Pepadi benar-benar kehilangan induk.

Untuk pementasan misalnya, sulit menghubungi instansi yang terkait. Akibatnya, Pepadi yang semula memiliki anggaran dari pemkab lambat laun akhirnya dihapus. Ketidaka adanya anggaran membuat pepadi tidak bisa melakukan Pentas.

 “karena tidak adanya anggaran, pepadi seperti hidup segan mati tak mau. Pada awal-awal Pepadi bisa melakukan pentas keliling sebanyak 7 kali dalam setahun. Kemudian menyusut jadi 2 kali dalam setahun.Dan sejak tidak ada anggaran sudah 5 tahun terakhir ini kami tidak bisa menggelar pentas, saya  sungguh perihatin dengan kedaan ini” tuturnya.

Susilo SPd sendiri sebagai ketua terpilih  bertekad akan mengemban amanat yang diberikan oleh teman-teman dalang di Brebes sehingga gairah pedalangan kembali menggeliat. “Insya Allah kami akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali membangkitkan seni pedalangan di Brebes,” tekad Susilo.

Menurut Susilo yang juga guru SMA 2 Brebes, mengatakan seni pedalangan  pedalangan mampu menggali nilai-nilai etika, estetika, moral dan spritual pembangunan seperti yang terkandung dalam jagad pewayangan, untuk itu Pepadi kedepan akan dijadikan organisasi pedalangan yang solid, profesional dan berdaya guna tinggi dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni pedalangan serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kabupaten Brebes Ir Amin Budi Raharjo menangggapai permaslahan yang dihadapi Pepadi megatakan selama Pepadi menjadi organisasi dibawah binanannya kurang komunikasi. Untuk itu kedepan dirinya berharap kedepan perlu adanya jalinan komunikasi yang akrab sehingga apa yang menjadi peermaslahan dari pepadi bisa dicarikan solusinya

“ Kami dari Dinparbudpora, siap memfasilitasi Pepadi dalam kiprahnya untuk membangkitkan seni pedalangan di Brebes, semoga Pepadi kedepan bisa mengeliatkan lagi seni pedalangan yang ada di kabupaten Brebes” tuturnya.

Sebagai wujud keseriusan dari Dinparbudpora baru-baru ini Dinparbudpora juga telah memfasilitasi pementasan wayang kulit di RRI Purwokerto atas nama Pepadi Brebes. (johan).