Sumarjo:Pribiotik Tehnologi Ramah Lingkungan,Tingkatkan Hasil Panen Udang

Sumarjo pengguna Tehnologi Probiotik pada tambak udang

Sumarjo pengguna Tehnologi Probiotik
Sumarjo pengguna Tehnologi Probiotik

Brebes kualitasnews.com,- Munculnya penyakit/virus/bakteri di usaha budidaya udang menjadi kendala yang cukup serius bagi para petani udang. Hal ini diperparah dengan penggunaan antibiotik dan bahan kimia  dalam budidaya udang yang tidak teratur dan sesuai dosis pemakaian untuk pencegahan serta  pengobatan penyakit dalam akuakultur bukan malah mengurangi penyakit pada udang  justru penggunaan antibiotik dan bahan kimia ini  bisa menyebabkan akumulasi residu dan perkembangan strain bakteri resisten atau kebal. Demikian dikatakan Sumarjo saat ditemui pada acara Pelatihan Aplikasi Probiotik Klinik Iptek Mina Bisnis ( Kimbis) di Randusanga Kulon (11/10/2013).

 

Menurut Sumarjo dengan bahaya pengunana antibiotik dan bahan kimia membuat sebagian besar konsumen prihatin, sehingga untuk itu menurutnya perlu adanya penggunaan komponen biologis atau mikroba sebagai organisme penghasil enzim untuk aditif pakan, kompetitor patogen, dan pengontrol lingkungan budidaya, yaitu berupa penggunaan probiotik untuk menggantikan penggunaan antibiotik dan bahan kimia lainnya.

 

“Awalnya saya  sebagai ketua Kelompok harapan jaya tidak percaya masalah manfaat probiotik untuk udang. Namun setelah uji coba beberapa kali selama 2 tahun, sekarang saya sudah percaya diri 100% bahwa penggunaan Probiotik di tambak udang bisa meningkatkan hasil pendapatan sampai 30% dibandingkan dengan model alamiah” terang Sumarjo..

 

Lanjut Sumarjo Probiotik merupakan mikroba hidup, berperan sebagai suplemen pakan, berpengaruh menguntungkan dengan meningkatkan keseimbangan pencernaan, membantu dalam kolonisasi mikroba usus serta mencegah patogenik organisme dengan adanya kompetisi sisi adhesi pada udang atau yang lebih dikenal dengan sebutan competitive exclusion. Beberapa mikroba yang umum digunakan sebagai probiotik adalah Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp, Pseudoalteromonas, Alteromonas sp, Vibrio alginolyticus, Nitrosomonas sp, dan Nitrobacter sp.

 

Teknologi probiotik adalah salah satu teknologi yang signifikan dapat memberikan respon dalam menyelesaikan masalah penyakit pada pemeliharaan udang. Hal ini akan menjadi pertimbangan bahwa penggunaan bakteri yang menguntungkan mampu melakukan kompetisi terhadap pathogen yang potensial menginfeksi dalam pemeliharaan udang, sehingga akan meniadakan ketergantungan penggunaan antibiotik dan bahan kimia lain. Akhirnya ke depan teknologi produksi udang menjadi lebih ramah lingkungan.

 

Untuk penggunaan pribiotik sendiri kata pria yang pernah melakukan  pelatihan di Balai Besar Budidaya Air Payau Maros Sulawesi pada tahun 2011 ini mengatakan, Secara alami biasanya ukuran ½ Ha, tebar bibit 20.000 saat panen dapat 50 kg. namun setelah tambak yang saya budidaya melalui probiotik tebar 20.000 ekor, saat panen dapat 80-100 kg. kebutuhan probiotik ukuran ½ ha 2 liter, padahal harga per liter 15.000,-.

 

“Menurut saya ini teknologi murah, bagus, ramah lingkungan dan bisa bermanfaat bagi para petani tambak dengan penggunaan pribiotik maka hasil panen udang meningkat ”ujarnya.

Dengan keahlian yang dimilikinya Sumarjo juga berbagi ilmunya kepada orang lain yang ingin meningkatkan hasil panen tambak udangnya dengan tehnologi yang ramah lingkungan ini. “ Saya ingin berbagi kepada orag lain dengan keahlian yang saya milikiUntuk info lebih lanjut bisa hubungi saya ke nomer HP (081542276190)  atas nama saya sendiri Sumarjo, atau ke Mashadi Kimbis Brebes (082135291002). (Johan/Sindung)