Dinilai Buat Kegaduhan, Ratusan Warga Desa Gegerkunci Protes Pernyataan Kades Dalam Sebuah Pengajian

BREBES, Kualitasnews.com- Ratusan warga Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi damai di balai desa setempat, pada Senin, (15/12/2025).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan Kepala Desa Gegerkunci yang beredar di media sosial dan dinilai membuat kegaduhan yang disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Dalam aksi itu, warga menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta Kepala Desa Gegerkunci menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait pernyataannya dalam sebuah acara pengajian yang terekam video dan kemudian tersebar luas di media sosial.
Koordinator aksi, Agus Damawi, mengatakan bahwa warga meminta klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Untuk tuntutan aksi damai pada hari ini agar diklarifikasi tentang pernyataan di video yang beredar di media sosial di acara pengajian. Itu kan nantinya akan menimbulkan hal-hal negatif diluar publik,” kata Agus saat ditemui di lokasi aksi.
Selain itu, massa juga menuntut adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dana desa. Warga meminta pemerintah desa lebih transparan dan akuntabel dalam menyampaikan penggunaan dana desa kepada masyarakat.
“Dana desa adalah hak publik. Oleh karena itu, pengelolaannya harus disampaikan secara terbuka kepada warga agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar Agus.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Gegerkunci, Zamroni, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas pernyataan yang telah menimbulkan polemik. Ia mengaku tidak bermaksud meresahkan masyarakat.
“Saya Kepala Desa Gegerkunci, juga mewakili semua perangkat Desa Gegerkunci meminta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya di pengajian yang mengakibatkan keresahan di masyarakat, tulus dari hati,” ujar Zamroni.
Zamroni juga mengapresiasi jalannya aksi damai yang berlangsung tertib dan kondusif. Ia menyebut aksi tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, khususnya generasi muda, yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara damai. Tidak ada tindakan anarkis, dan alhamdulillah permasalahan ini bisa diselesaikan melalui musyawarah,” pungkasnya.
(***).
