Ditemukan Roti Berjamur, Sejumlah Warga Desa Rancawuluh Brebes Keluhkan Pembagian Jajan MBG pada Siswa

BREBES, Kualitasnews.com- Sejumlah warga Desa Rancawuluh dan siswa- siswi dari tingkat TK,RA, sekolah dasar dan menengah di Desa Rancawuluh, Cipelem, Jubang Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mengeluhkan kualitas bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Dapur Mandiri SPPG Yayasan Azzahro.
Dalam pembagian yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 oleh dapur mandiri SPPG Yayasan Azzahro yang bertempat di desa Rancawuluh berjumlah lebih kurang 3500 porsi makanan, tetapi warga mendapati roti yang sudah berjamur alias basi. Keluhan itu juga muncul di grup WhatsApp dan media sosial.
Seorang ibu warga desa Rancawuluh sebagai penerima bantuan, yang tidak mau disebutkan namanya mengaku kaget ketika mendapati roti yang diterimanya sudah tidak layak konsumsi.
“Banyak itu, yang bulukan (berjamur) juga. Tadi yang mengambil berarti enggak saya doang yang dapat basi kayak gitu. Semuanya juga dapat ya,” ujarnya.
Paket MBG yang dibagikan berisikan satu telor, kurma, kacang dan roti. Namun, orang tua merasa khawatir dengan ditemukannya roti berjamur.
“Roti, telur satu, ini kurma tadi kacangnya sudah dimakan, terus terang saya khawatir ketika dimakan anak-anak takut sakit perut. Yang kemarin malah enggak. Ini yang kemarin dikasih aman,” tambahnya.

Dalam percakapan warga, di grup WhatsApp muncul kekhawatiran bahwa mereka menduga distribusi bantuan tidak diperiksa dengan baik sebelum dibagikan.
Menanggapi hal itu, Wakri selaku owner Dapur Mandiri SPPG Yayasan Azzahro membenarkan adanya roti yang sudah berjamur. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengganti pada esok harinya.
“Tapi kami, pihak kami, siapapun yang apa namanya mengembalikan, itu pasti besoknya diganti. Ini sudah ada penggantian, jadi kita bukan lepas tangan. Besok langsung diganti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa barang yang dikirim itu malam hari. Jadi menurutnya, ia tidak bisa mengecek satu persatu secara detail.
“Sementara supplier ini kan enggak konsisten. Kenapa? Yang dikirim barang yang berjamur. Nyampe ke sini kan malam, nah kita enggak bisa mengecek satu per satu seperti apa, kondisinya” jelasnya.
Ia menambahkan pemerintah menganjurkan penggunaan produk UMKM, meski menurutnya tidak semua UMKM konsisten menjaga kualitas.
“Makanya saya pribadi UMKM semuanya itu tidak ada yang istilahnya bukan tidak ada ya, jadi enggak semua UMKM itu amanah. Terkadang contohnya bagus, ternyata giliran saya sudah memesan sekian, itu fakta,” pungkasnya.
(***).
