Belum Semua Sekolah Penerima Bantuan Rehab Laporkan Barang Bekasnya

Bagikan
Barang bekas dari sekolah penerima rehab
Barang bekas dari sekolah penerima rehab

Brebes (KualitasNews),- Dari sejumlah sekolah penerima bantuan rehab yang ada di Kabupaten Brebes baru sekitar 30 persenan yang baru melaporkan barang bekas berupa material lama yang tidak terpakai ke panitia lelang yang dibentuk oleh Bidang Pengelola Aset Daerah Setda kabupaten Brebes. Demikian dikatakan Aria Candra Destinanto, Kasubag Pengadaan Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes Selasa (5/2/13) saat ditemui KualitasNews di kantornya.

Menurut Aria, sekolah yang menerima bantuan rehab harus melaporkan barang bekas berupa material lama yang tidak terpakai kepada kepada panitia lelang yang dibentuk bagian perlengkapan dan Aset daerah Sekretariat Daerah kabupaten Brebes

“Barang-barang bekas yang tidak terpakai adalah milik Negara maka sudah sepatutnya itu harus dilaporkan untuk dilelang yang nantinya dari hasil lelang itu kembali lagi kepada kas negara” ujarnya.

Lebih lanjut Aria mengatakan bahwa selama ini panitia lelang sudah berusaha semaksimal mungkin agar sekolah-sekolah penerima bantuan rehab bisa segera melaporkan barang barang bekas.

“ Kami sudah memberitahu sekolah melalui surat, agar segera melaporkan barang bekas yang tidak terpakai lagi. Sebenarnnya ini adalah demi kebaikan pihak sekolah maka mestinya skolah sendirilah yang seharusnya proaktif, tapi justru yang terjadi sebaliknya dari panitia lelanglah yang harus jemput bola, padahal sekolah penerima rehab itu ada ratusan maka butuh waktu yang lama jika pnitia lelang harus jemput bola” terangnya.

Jumlah Yang Signifikan

Jika semua sekolah penerima rehab bisa melaporkan barang-barang bekasnya ke panitia lelang maka menurut Aria bisa terkumpul ratusan juta rupiah dari barang bekas yang di lelang.

“ kami memepunyai target ratusan juta jika semua sekolahpenerima rehab bisa melaporkan barang bekasnya untuk dilelang karena sekolah penerima rehab yang ada di kabupaten Brebes itu ada sekitar 300-an. Jika semua terkumpul maka ada nilai rupiah yang signifikan” kata Aria.

Masih menurut Aria jika sekolah masih membutuhkan barang bekas itu untuk pengembangan sekolah maka itu diperbolehkan dan tentunya juga harus ada berita acara yang dibuat pihak sekolah

“ Berita acara sendiri dibuat oleh sekolah, diketahui oleh komite sekolah . Jika ada yang menyelewengkan barang bekas itu untuk kepentingan pribadi tentunya juga ada sangsi, dan itu bukan kewenangan kami lagi” tegasnya

Untuk panitia lelang di tahu 2013 sendiri menurut Aria dalam waktu dekat ini akan segera dibentuk. (KN-1)