Diduga Gelapkan Mobil, Mantan Kades Ini Ditahan Polisi

Tegal,Kualitasnews.com- Seseorang berinisial JD (43) mantan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sejak Rabu, 17 Oktober 2018 telah mendekam di tahanan Mapolsek Tarub bersama rekannya yang berinisial JK (47).

Diketahui, JD ditahan lantaran diduga terlibat dalam kasus penggelapan satu unit kendaraan mobil dengan nomer Polisi G-9182 RP merk Toyota tipe Avanza, tahun 2015, warna putih. No rangka : MHKM5EA2JFJ006272, No mesin : INRFO59036, atas nama pemilik Roisah Lidia Susanti (30), yang beralamat dijalan Karangjati Rt 02 Rw 01, Desa Tarub, Kabupaten Tegal.

Modus dalam melakukan aksi tersebut, keduanya berpura-pura sewa unit mobil dan mobil di gadaikan ke orang lain untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri dan orang lain. Tersangka juga mengaku kepada orang lain bahwa mobil tersebut miliknya sendiri.

“Salah satu tersangka mencari mobil dan yang satu mencari pengantin. Kejadian ini sudah ada beberapa korban, namun itu di luar. Di Kabupaten Tegal hanya ada satu TKP, ada beberapa TKP di Tegal Kota. Modusnya menyewa kemudian menggadaikan,” kata Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo, S.H dalam Konferensi Pers yang digelar di Mapolres Tegal. Jum’at, (19/10/2018)

Selain sebagai mantan Kades, JD yang ditahan bersama rekannya dalam kasus penggelapan tersebut, juga sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU Brebes dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yakni sebagai Calon Legislatif (caleg) di daerah pilihan enam (dapil 6) DPRD Brebes dari Partai Golkar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Brebes, Muamar Riza Pahlevi menyatakan jika ada Caleg yang tersandung masalah hukum, maka pihaknya akan menunggu proses hukum tersangka hingga mempunyai keputusan hukum tetap (inkracht).

“Jadi kita menunggu sampai yang bersangkutan dalam dugaan kasus itu ada keputusan hukum tetapnya dulu,” ucap Riza.

Dirinya menambahkan, pencabutan status yang bersangkutan sebagai Caleg hanya bisa dilakukan apabila sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan.

”Kan yang bersangkutan statusnya belum ada putusan pengadilan. Kalau sudah inkracht sebelum proses pencoblosan pemilu, maka nama yang bersangkutan akan dicoret dari DCT,” lanjut Riza.

Selain itu, JD harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku, meskipun di sela-sela Konferensi Pers tersebut, sempat mengaku hanya sekedar ikut-ikutan. “Saya sekedar ikut-ikutan,” kata JD.   (Dedi.A/KN3)

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar