Hilangkan Penat Pasca UN, Siswa SMA Negeri 3 Brebes Gelar Pentas Kreasi

Bagikan

Siswi SMA Negeri 3 Brebes tunjukan performanya membawakan tarian tradisional di acara gelar pentas kreasi siswa
Siswi SMA Negeri 3 Brebes tunjukan performanya membawakan tarian tradisional di acara gelar pentas kreasi siswa

BREBES kualitasnews,com,- Ada berbagai macam cara yang dilakukan oleh sekolah untuk menghilangkan perasaaan cemas, was-was, dan penat pasca melaksanakan Ujian Nasional bagi siswanya. Salah satu adalah dengan menggelar  pentas kreasi siswa. Sepertinya halnya yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri 3 Brebes pertunjukani tari tradisional, band sekolah, organ tunggal dan kreativitas lainnya digelar dengan penuh semarak setidaknya bisa menjadi alat penghibur pasca UN.

“Alhamdulillah UN kelas XII sudah selesai, jadi acara perpisahan kami percepat untuk mengubah stres jadi fresh,” tutur Kepala SMA N 3 Brebes Drs H Bambang Gunawan disela pementasan kreasi siswa di halaman sekolah, Selasa (22/04/14).

Menurut Bambang, pengumuman kelulusan siswa kelas XII direncanakan pada 20 Mei 2014. Untuk itu, dia berpesan pada kesempatan tersebut untuk merayakan kelulusannya dengan santun dan bermartabat. Jangan sampai euforia kelulusan dipenuhi dengan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Jangan ada trek-trekan motor, corat coret baju ataupun membuat kegaduhan lainnya. Lebih baik kita menyumbangkan  pakaian kita kepada adik-adik kelas,” pesannya.

Bambang menjelaskan, dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 891 siswa, pada tahun pelajaran 2013/2014 yang mengikuti UN sebanyak 252 siswa. Dia berharap siswa kelas XII SMA 3 Brebes tersebut bisa lulus 100 persen. “Tahun sebelumnya, siswa kami selalu lulus 100 persen,” terangnya.

Ketua Panitia Anny Syaefiyah SPd menerangkan, kegiatan pentas seni dilakukan untuk menggali potensi siswa yang berbakat dalam bidang seni. Dengan penampilan dihadapan teman-temannya diharapkan bisa meningkatkan kualitas berkesenian mereka.

Dalam kesempatan tersebut antara lain dipentaskan drama Julekha Oh Julekha yang menggambarkan siswi dari anak keluarga tidak mampu. Namun tidak menyadari dirinya berasal dari ketidakmampuan. Malah berpenampilan seronok dan bergaya hidup mewah. Sementara ayahnya suka mabuk-mabukan sedangkan Ibunya mencari nafkah hanya dengan menjual kangkung.

Setelah menyadari kehidupannya yang keliru, Julekha anak si Penjual Kangkung tersebut akhirnya menyadari diri dengan bertobat termasuk orang tuanya tidak lagi mabuk-mabukan. Keluarga yang dulu tertimba bencana, kini berubah menjadi keluarga yang berencana dengan hidup sakinah mawadah warohmah.

Tampil juga berbagai tari tradisional seperti tari endel, tari merak, band pelajar dan lain-lain persembahan yang sangat menarik. (KN1)