Lagi, Harga Bawang Lokal Anjlok Karena Bawang Import

Ilustrasi
Ilustrasi

Brebes kaulaitasnews.com,- Agaknya para petani bawang merah Brebes Jawa Tengah harus gigit jari meraup keuntungan dari hasil panen bawang merahnya, harga bawang merah yang sepekan lalu telah naik mencapai kisaran Rp 40.000,- /kg kini kembali terpuruk karena serbuan bawang import. Padahal sat ini para petani bawang merah Brebes mulai panen raya.

Berdasarkan sumber yang diperoleh di lapangan, hingga 3 Agustus 2013, 3.100 ton bawang merah membanjiri pasar domestik. Realisasi impor itu hampir 20 persen dari kuota impor semester kedua tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebesar 17 ribu ton.

M. Subkhan,Sekretaris Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulukamba, Kabupaten Brebes mengatakan, pemerintah membuka keran impor karena mengira harga bawang mahal selama Ramadhan lalu akibat stok menipis.

Padahal menurutnya stok bawang merah masih terlalu aman. Naiknya harga bawang sebenarnya sudah dinanti petani, tapi karena harga bawang merah kini anjlok terpaksa petani harus menuai kerugian dan untuk mensiaasatinya terpaksa mereka harus menyimpan hasil panennya untuk dijual saat harga naik lagi, atau disimpan untuk dijadikan bibit.

Kelompok Tani Sumber Pangan sendiri memiliki anggota sekitar 300 petani dengan total lahan ratusan hektare. Dalam musim panen kali ini, tiap satu hektare lahan mampu menghasilkan sekitar 9,5 ton bawang. Rata-rata tiap satu petani menyimpan 20 persen dari hasil panennya untuk dijadikan bibit.
“Jika keadaanya seperti ini terus terpaksa petani bawang merah Brebes harus mengalami kerugaian yang cukup banyak” ujarnya.

Rudin salah seorang petani Brebes asal Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes sangat merasakan dampak dari masuknya bawang merah import. Menurutnya beberapa hari yang lalu tanaman bawang merahnya sudah ditawar sekitar 20 jutaan bahkan menurutnya sudah dikasih panjar dari tengkulak tapi karena harga bawang anjlok terpaksa tengkulak yang mau membeli bawangnya harus membatalkan sesuai kesepakatan harga awal.

“Saat saya menanam harga bibit bawang sangat mahal, belum lagi biaya operasional baik pupuk dan obat pertanian sangat mahal terpaksa saya harus mengalami kerugian yang cukup besar. Saya harap pemerintah bisa peduli dengan apa yang dirasakan para petani sehingga bisa memberikan advokasi kepada para petani bawang Brebes” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Aris, salah seorang pemerhati dan petani bawang merah ini mengatakan, seharusnya Pemkab Brebes harus bisa memberikan solusi dan advokasi bagi para petani bawang merah di Brebes, baik dengan cara memeperjuang kebijakan terkait aturan import bawang merah di pemerintah pusat ataupun mencarikan solusinya agar para petani bawang tidak selalu mengalami kerugian.

“Mungkin sudah saatnya Pemkab Brebes mengarahkan para petani bawang merah di Brebes untuk menjadikan bawang merah di Brebes sebagai pertanian yang berbasis industri salahsatu contoh yaitu mengolah hasil bawang merah brebes menjadi barang jadi, baik menjadi bawang goreng ataupun menjadi minyak asirih ataupun yang lainnya yang berbahan baku dari hasil pertanian Brebes yang tentunya itu akan menaikan tingkat kesejahteraan para petani Brebes”ujarnya. (johan

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar