Di Brebes, Bantaran Sungai Pemali disulap Jadi Pasar Nyemek-Nyemek.

Bagikan
Ribuan pengunjung padati Pasar Nyemek-.Nyemek di Bantaran Sungai Pemali Pebatan-Brebes.

Brebes, Kualitasnews.com,- Bantaran Sungai Pemali yang dipenuhi gunungan sampah dengan rerimbunan semak belukar di Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Kini, diubah menjadi Pasar berkonsep tradisional yang diberi nama Pasar Nyemek Nyemek.

Kepala Desa Pebatan, Muhammad Abdul Ghofur mengatakan Pasar Nyemek Nyemek yang terletak di bantaran Kali Pemali ini dulunya penuh dengan sampah rumah tangga. Dimana kondisi Kali Pemali terlihat semakin mengenaskan setelah banjir pada tahun 2017.

“Jadi dulu sini itu tumpukan sampah dan semak belukar. Untuk pembersihan saja dibutuhkan alat berat, dan butuh waktu satu bulan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Pebatan beserta warganya masih berbenah untuk mengembangkan berbagai titik yang bisa dikembangakan dan masih terus melakukan pembenahan dan pengembangan spot dan fasilitas baru di sekitar Pasar Nyemek Nyemek.

“Kedepan kita melakukan pembenahan dan pengembangan, terutama menambah spot dan fasilitas baru. Targetnya, setahun sudah punya wahana outbond,” imbuhnya.

Sekarang, menurutnya, disepanjang Bantaran Kali Pemali itu ada sekitar 1500 bibit pohon yang baru ditanam disana dengan tujuan menahan abrasi sekaligus sebagai taman sehingga kedepannya membuat lokasi pasar itu semakin rindang.

Sementara itu, salah satu pengelola sekaligus bagian publikasi Pasar Nyemek-Nyemek, Dedi Agustyan menjelaskan, jika bibit-bibit pohon itu timbuh besar, posisi pasar akan ditata lagi agar lebih nyaman di bawah rerimbunan pohon. Senin, (10/08).

Pengunjung bisa menikmati spot selfie di kawasan Pasar nyemek-nyemek. (Poto:Dedi.A).

Selain itu, Bantaran Kali Pemali didesa setempat juga diubah menjadi tempat bermain sepak bola, panjat tebing, bola volly dan beberapa area yang digunakan untuk selfie.

“Ada beberapa area yang dibuat khusus untuk menarik perhatian warga yang suka selfie,” ungkapnya.

Dedi yang juga merupakan pengelola salah satu Grup Facebook bernama Pemali Brebes menilai, di bantaran kali pemali ini belum pantas disebut sebagai tempat wisata.

“Namun konsepnya, kedepan kita berharap Desa Pebatan bisa menjadi Desa Wisata. Sambil berjalan, kita melakukan pembenahan dan pengembangan dibantu semua lembaga yang ada didesa hingga para donatur. Sementara ini kita fokus dengan konsep pasar dulu, jadi saat ini kita masih malu, disebut tempat wisata. Oleh karena itu, yang kita jual disini kemeriahan sehingga pengunjung merasa terhibur di Pasar Nyemek Nyemek,” lanjutnya.

Terlihat dilokasi Pasar Nyemek Nyemek ada beberapa spot menarik. Ada perahu yang menjadi spot foto andalan, ada Gapura berupa bambu, dan juga lukisan sayap kupu-kupu. Sudah dua minggu, dilokasi itu banyak ibu-ibu melakukan kegiatan senam pagi yang dipandu oleh Yuli Sutanti.

“Tidak hanya menghadirkan suasana yang meriah, Pasar Nyemek Nyemek juga menyediakan jajanan tradisional, hingga lainnya” tambahnya.

Kedepan, Dedi berharap diarea Pasar Nyemek Nyemek juga ada ikon andalan yakni tugu yang diatasnya ada ikan baramundi atau kakap putih dengan lantai bintang delapan dibawahnya.

“Kemudian, di Pasar Nyemek Nyemek ini nantinya disediakan permainan tradisional seperti enggrang dan lain sebagainya,” tandasnya. (Bedjo/Dd).