Aksi Unjuk Rasa Tolak Undang Undang Cipta Kerja Ricuh, Beberapa Pendemo Diamankan Petugas

Bagikan

Brebes,- Demo Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Kabupaten Brebes Jawa Tengah berujung ricuh, Petugas Kepolisian mengamankan sejumlah pendemo yang diduga provokator pemicu terjadinya kericuhan, Jumat, (09/10).

Demo mahasiswa, buruh serta ormas dan pelajar STM didepan kantor DPRD Brebes awalnya berlangsung aman, namun tiba-tiba berubah menjadi kericuhan setelah adanya pendemo yang melempar botol mineral dan batu ke arah petugas yang tengah berjaga.

Petugas langsung bergerak cepat melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan masa untuk memecah konsentrasi mereka.

Kericuhan terjadi diduga karena masa emosi, sebab aspirasi yang hendak disampaikan tidak segera diterima oleh pihak DPRD.

Tidak hanya memukul mundur masa pendemo, Petugas juga mengamankan sejumlah orang yang diduga merupakan provokator, perwakilan pendemo sempat ditemui oleh tiga orang anggota DPRD Brebes yakni Wamadiharjo, Mashadi serta Haryanto. Ketiganya menyatakan menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Wamadiharjo didampingi Mashadi dan Haryanto menyampaikan bahwa Kami DPRD Brebes menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan akan melayangkan surat penolakannya kepada DPR RI,” Kata Wamadiharjo dihadapan para pendemo.

Akibat aksi unjuk rasa ini, jalur pantura dalam Kota Brebes lumpuh, guna kelancaran arus lalu lintas petugas Satlantas Polres Brebes melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan masuk Tol.

Kendaraan dari arah barat masuk gerbang Tol Brebes Barat dan keluar di Brebes Timur sebaliknya kendaraan dari arah timur masuk ke Gerbang Tol Brebes Timur keluar melalui Gerbang Tol Brebes Barat.

Sementara untuk kendaraan roda dua dialihkan ke jalur alternatif atau jalur tikus. (BJ/YH).