AMBB Brebes Klarifikasi Video TikTok yang Serukan “Lengserkan Bupati dan Pecat Kajari”

Bagikan

BREBES, Kualitasnews.com- Aliansi Masyarakat Brebes Bersatu (AMBB) memberikan klarifikasi terkait beredarnya sebuah video TikTok yang mengatasnamakan organisasi tersebut.

Video yang beredar di media sosial itu memuat narasi yang menggabungkan seruan “Lengserkan Bupati Brebes” dan “Pecat Kajari Brebes.”

Koordinator AMBB, Ahmad Sugiarto, menegaskan bahwa video tersebut bukan dibuat ataupun diunggah oleh AMBB.

“Kami tegaskan bahwa video TikTok yang beredar tersebut bukan kami. Itu dibuat dan diunggah oleh pihak lain yang mengatasnamakan AMBB. Narasi yang ada dalam video tersebut juga bukan pernyataan resmi organisasi AMBB,” kata Ahmad Sugiarto.

Logo yang Digunakan Bukan Logo AMBB

Selain membantah isi video, Sugiarto juga meluruskan mengenai logo yang digunakan dalam unggahan tersebut.

Menurutnya, logo yang ditampilkan dalam video bukan merupakan logo resmi AMBB.

“Kami juga perlu meluruskan bahwa logo yang digunakan dalam video tersebut bukan logo resmi AMBB. Jadi masyarakat jangan sampai menganggap video itu sebagai pernyataan resmi organisasi hanya karena menggunakan nama AMBB atau logo yang menyerupai identitas kami,” ujarnya.

Sugiarto menegaskan, AMBB tidak pernah memberikan mandat kepada pihak yang membuat dan mengunggah video tersebut untuk menyampaikan pernyataan maupun tuntutan atas nama organisasi.

AMBB Tetap Berjalan Sesuai Visi dan Misi

Sugiarto mengatakan AMBB tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, setiap sikap resmi organisasi harus melalui mekanisme internal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak anti terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Tetapi AMBB mempunyai mekanisme organisasi. Kalau ada sikap yang membawa nama AMBB, tentu harus berdasarkan keputusan dan mandat organisasi,” jelasnya.

Ia mengatakan AMBB akan tetap bergerak berdasarkan visi dan misi organisasi, terutama dalam memperkuat persatuan masyarakat, pemberdayaan, kepedulian sosial dan gotong royong.

“Kalau AMBB bergerak, kami bergerak sesuai visi dan misi. Kami ingin membangun kebersamaan dan menyampaikan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta dan data,” kata Sugiarto.

Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan video tersebut dengan sikap resmi AMBB.

“Sekali lagi kami tegaskan, yang mengunggah video tersebut bukan AMBB, narasinya bukan pernyataan resmi AMBB, dan logo yang digunakan juga bukan logo resmi AMBB. Itu adalah pihak lain yang mengatasnamakan organisasi kami,” tegasnya.

(Bejo).