Bocah Miskin Penderita Kanker Anus Butuh Uluran Tangan

Foto12941Brebes kualitasnews.com,- juhardi (17) Bocah Penderita Kanker Anus warga Desa kedungbokor Rt.05 Rw.02 Kec larangan Kab Brebes dari hari kehari kondisinya semakin memburuk, setiap hari juhardi buang air besar (BAB) tidak normal, hanya keluar air dan darah, bahkan tiap malam selalu mengerang kesakitan.

Kondisi kemiskinan yang menimpa juhardi anak dari pasangan Turini (45) dan Nasyori (Alm) cukup menyedihkan, dengan kondisi rumah kecil yang menggunakan bambu ( Geribig) memang perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Saat ditemui dirumahnya pada, Rabu (07/10) juhardi mengatakan “ Saya ingin sembuh, sehat seperti teman – teman yang lain, namun saya tidak ada biaya untuk pengobatan lebih lanjut dirumah sakit semarang. Setiap hari saya buang air besar atau (BAB) darah, setiap malam merasa kesakitan” ujar Juhardi.

Juhardi menambahkan, sejak kelas 4 SD gejala sakit ini sudah saya rasakan tetapi untuk berobat saja susah, sakit yang saya rasakan adalah perih, melilit, setelah BAB mules, BAB darah dan ada penyakit Hernia, tandasnya.

Turini (45)  ibu Juhardi menjelaskan bahwa anaknya pernah dirawat dirumah RSUD Brebes selama 2 kali perawatan dan sempat juga dirawat dirumah sakit umum Kardinah Tegal tapi penyakitnya tak juga kunjung sembuh.

“ Sebenarnya Juhardi harus dirujuk ke rumah sakit Karyadi Semarang tapi saya tak sanggup karena tak adanya biaya. Jangankan untuk berobat Juhardi, kadang saya sekeluarga juga harus menahan lapar karena tak mampu beli beras buat makan” terang Turini dengan mata berkaca.

Menurut Turini dari hasil diagnosa selama perawatan dirumah sakit menurut dokter adalah tumor jinak dan harus segera dibawa ke rumah sakit semarang agar memperoleh penanganan lebih lanjut, namun tidak ada biaya. Saya mengharapkan agar ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Brebes dan uluran tangan dari siapapun, ucapnya.

Keadaan semakin memprihatinkan, setelah ditinggal mati suaminya, kini Turini harus bekerja keras sebagai buruh tani agar bisa merawat juhardi, kini kondisi badan juhardi semakin kurus sehingga pertumbuhan badan tidak seperti layaknya anak-anak umum diusia 17 tahun,” Kami hanya bisa pasrah dengan cobaan yang berat ini” pungkas Turini. (Bedjo)

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar