Dalang Brebes Pentas di RRI Purwokerto

pentas dalang
Brebes kualitasnews.com,- Ki Rakim Hardono Siswo Carito Dalang Brebes asal desa Pandansari Rt 04/IV Kec Paguyangan, Kab. Brebes, adakan pentas wayang kulit di halaman RRI Purwokerto dengan Lakon Gatot Kaca Lahir Sabtu (14/09/2013).

Selama 2 jam padat Ki Rakim dengan lihai melakukan pentas pakeliran. Dia menceritakan, di Kahyangan Jonggringsalaka, para dewa kedatangan tamu Baladewa, Baladewa baru saja bermimpi kahyangan dilanda banjir, ternyata kahyangan memang sedang menghadapi serangan Kala Sekipu. Baladewa mencoba melawan Sekipu tetapi kalah.

Batara Guru kemudian menyuruh Batara Narada turun ke bumi untuk memberikan pusaka Wijayadanu dan Wijayacapa kepada Arjuna guna melawan Sekipu. Ternyata, pusaka jatuh ke tangan Suryatmaja yang memang berwajah mirip Arjuna.

Arjuna sedang berada di hutan untuk mencari kayu kastuba mulya guna memotong tali pusar Gatutkaca. Ketika tiba-tiba Narada datang dan mengatakan bahwa pusaka Wijayadanu dan Wijayacapa untuk Arjuna telah jatuh ke tangan Suryatmaja, Arjuna tidak begitu peduli. Hanya satu yang sedang Arjuna cari, kayu kastuba mulia.

Ternyata menurut Narada, sarung pusaka Wijayacapa itu dari kayu tersebut. Barulah kemudian Arjuna bersedia memenuhi Suryatmaja untuk meminjam sarung wijayacapa. Ketika Suryatmaja menolak meminjamkan, terjadilah perang. Suryatmaja kemudian bersedia memotong tali pusat bayi Gatutkaca.

Di Pringgadani, Werkudara, Puntadewa, dan Kresna sedang menantikan kedatangan Arjuna yang sedang mencari alat untuk memotong tali pusat Tetuka. Arjuna kemudian datang bersama Suryatmaja dan Narada. Suryatmaja sendiri kemudian memotong tali pusat itu. Begitu tali pusat terpotong, sarung Wijayacapa masuk ke dalam perut Tetuka. Suryatmaja ketakutan dan lari meninggalkan Pringgadani. Bersarangnya sarung Wijayacapa di perut Gatutkaca tidak membahayakan, bahkan nambah kekuatan, tetapi jangan sampai Gatutkaca bermusuhan dengan Suryatmaja.Gatutkaca tidak akan kuat menghadapi pusaka Suryatmaja.
Werkudara, Arjuna, Kresna, dan Narada ke kahyangan untuk menghalau Sekipu dan Kala Pracona. Wrekudara dan Arjuna kalah, Kresna menyarankan agar Narada menjemput bayi Tetuka sebagai jago para dewa.

Kala Pracona menolak berperang melawan bayi, maka Tetuka segera didewasakan di kawah Candradimuka. Berkat bantuan Empu Ramadi dan Anggajali, bayi Tetuka tumbuh dewasa sebagai Gatutkaca yang berotot kawat bertulang besi. Kala Pracona dan Sekipu akhirnya dikalahkan oleh Gatutkaca, kahyangan Jonggringsalaka tenteram kembali.

Di sela-sela saat goro-goro Punakawan, Ki Dalang rakim melalui Tokoh Punakawan menceritakan tentang keelokan negeri Brebes. Dengan pariwisata yang indah tak kalah dari puncak bogor, salah satu Tokoh Punakawan Sang Semar mengajak seluruh penonton untuk mengunjungi wisata agro Kaligua. Selain itu, didendangkan pula lagu Brebes Berhias dalam irama gending yang nyemek-nyemek.

Sang Semar juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang telah memfasilitsi pementasanny di RRI Purwokerto. “Terima kasih ibu Idza, semoga amal baik ibu bisa membawa memanfaat dan keberkahan,” tutur sang Semar.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala bidang Kebudayaan (Dinparbudpora) Kab Brebes Drs Kusdaryanto membacakan sambutan Bupati. Yang antara lain, Bupati sangat respon terhadap pagelaran wayang kulit tiga dalang di Halaman RRI Purwokerta yang salah satunya berasal dari Brebes. Menurutnya, kebudayaan yang tumbuh di daerah seperti wayang harus kita uri-uri dengan baik. Apalagi wayang tidak hanya sekadar tontonan tetapi juga mengandung tuntunan. “Bahkan walisongo juga menyebarkan Islam lewat media wayang,” tutur Bupati.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik sangat bangga dengan pementasan wayang kulit yang dilakukan Ki Rakim Hardono Siswo carito, dan pihaknya memberikan apresiasi kepadanya.

“Meski hanya berlangsung dua jam, namun mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari warga Purwokerta dan sekitarnya,” kata Atmo

Pementasan wayang kulit oleh Ki Dalang Rakim di RRI Purwokerto sendiri merupakan ragkaian pagelaran pentas wayang kulit tiga Dalang yaitu dua diantaranya Dalang dari kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan. (johan/HB).

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar