Warga Larangan Brebes Keluhkan Air PDAM yang Tak Mengalir Sejak Sebelum Idul Fitri 2026

Bagikan

Kualitasnews.com- Puluhan warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang didominasi emak-emak menggeruduk kantor PDAM Tirta Baribis Unit Larangan, pada Senin 6 April 2026.

Aksi ini dipicu kekecewaan warga terhadap layanan yang diduga tidak maksimal. Warga mengeluhkan air PDAM yang tidak mengalir sejak sebelum Idulfitri 2026.

Salah satu warga, Leo mengatakan, kedatangan mereka ke kantor PDAM Larangan untuk meminta kejelasan sekaligus perbaikan layanan, khususnya di wilayah Karangbale bagian barat.

“Tujuan ke sini minta dari pihak PDAM supaya diperhatiin wilayah Karangbale khususnya Cuplika. Enggak ada air dari sebelum Lebaran sampai sekarang,” ujarnya.

Meski tidak mendapatkan pasokan air, warga diduga tetap diwajibkan membayar tagihan bulanan.

“Pembayarannya lunas terus ya, walaupun mati tetap bayar, harus. Di atas 50 ribu ke atas, 60-an kalau enggak salah,” tambahnya.

Leo juga menyoroti minimnya respons dari pihak PDAM Larangan. Selama ini, yang datang hanya petugas lapangan tanpa memberikan solusi nyata.

“Enggak ada, cuma tenaga lapangan doang,” ucapnya.

Warga berharap PDAM unit Larangan segera memperbaiki distribusi air agar kembali normal seperti wilayah lain.

“Harapannya ya supaya diperbaiki, supaya lancar, biar kayak PDAM-PDAM yang lain lah, jangan ada kendala,” imbuh Leo.

Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mencari alternatif untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka membeli air ditempat lain, sementara untuk mandi mengandalkan air sungai yang keruh.

“Beli galon, buat mandi di kali. Biasanya pakai PDAM, lagian kali kan sekarang keruh,” kata Leo.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Baribis Brebes, Fanny Shandra Desatian, menegaskan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti masalah ini.

“Ini terkait dengan yang awal kmren. Sudah kita tindaklajuti, proses tersebut butuh evaluasi. Tapi tadi sudah ada info pimpinan Larangan yang baru sudah bergerak dengan Kabag Tekniknya,” ujar Fanny saat dihubungi melalui pesan singkat.

Fanny menjelaskan, pihaknya akan melakukan penyisiran dan evaluasi jaringan, dengan harapan distribusi air dapat kembali normal.

“Insya Allah nanti malam ada penyisiran dan evaluasi jaringan. Mudah-mudahan besok sudah bisa clear,” pungkasnya.

(Red/KN).