Diduga Lakukan Praktik Suap Untuk Penggelembungan Suara, Komisioner KPU dan Bawaslu Brebes Dilaporkan ke DKPP

Bagikan

Sejumlah Aktivis Peduli Pemilu Bersih Kabupaten Brebes, melaporkan Komisioner KPU dan Bawaslu Brebes ke DKPP.

BREBES, Kualitasnews.com- Diduga melakukan perbuatan melawan hukum berupa suap dan dugaan praktik penggelembungan suara pada pelaksanaan pemilihan legislatif pilek lalu, Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten Brebes Jawa Tengah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Tak tanggung-tanggung, nilai uang dugaan suap tersebut diperkirakan mencapai milyaran rupiah yang diduga dibagikan ke PPK dan Panwascam untuk memuluskan rencana penggelembungan suara.

Pelapor dan pengadu yakni Aktivis Peduli Pemilu Bersih Kabupaten Brebes, M Riza Pahlevi mengatakan, pihaknya melapor DKPP karena lima komisioner KPU dan Bawaslu Brebes diduga melakukan tindakan melawan hukum, seperti pembagian uang hingga dugaan penggelembungan suara Caleg tertentu.

“Langkah yang dilakukan teradu tersebut diduga dilakukan dengan cara terstruktur, sistematis dan masif”. ujar Reza.

Sementara itu, Agus Wijonarko Kuasa Hukum YLBH GKI Cabang Tegal menjelaskan, selain melaporkan ke DKPP, YLBH Garuda Kencana Indonesia Cabang Tegal juga akan melaporkan ke ranah pidana agar pihak penyuap yang memberikan uang dikenai sanksi.

Ketua KPU Brebes, Manja Lestari Damanik dihadapan media mengatakan, belum mengetahui adanya laporan ke DKPP terhadap dirinya beserta ke empat komisioner lainnya.

Ia juga membantah adanya dugaan praktik penggelembungan suara saat pileg lalu, pasalnya semuanya sudah ditetapkan dalam rapat pleno.

Sementara itu, pihak Bawaslu belum memberikan keterangan resmi perihal dilaporkan juga ke DKPP.

(***).