Diduga Salah Eksekusi Lahan, PN Brebes Di Demo

Brebedemos (KualitasNews),- Terkait Ekskusi Lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) kabupaten Brebes yang diduga salah , Kamis (17/1) Pengadilan Negeri digerudug ratusan pendemo dari berbagai ormas diantaranya dari LSM Pengabdi Pancasila, Komite Pemantau Kerja Yudikatif, Ekskutif, Legislatif Republik Indonesia (KPK-YEL –RI), Lembaga Aktifis Brantas Korupsi Cirebon, Lembaga Pemantau Pejabat Tinggi Republik Indonesia (LPTRI) cabang Brebes dan Forum Masyarakat tuntut Keadilan.
Dalam orasinya pendemo menganggap bahwa surat penetapan dari PN bernomor: 37Pen.Pdt.G/LLg.Eks/2010/PN/BBs, tertanggal 22 April 2010 tentang pentapan Lelang ekskusi tidak relevan dan tidak sesuai amanah peradilan, maupun Agama karena lahan yang ditetapkan dalam penetapan tersebut salah kaprah.
Menurutnya lahan tersebut bukanlah lahan tergugat atas nama saudara Muntoha dalam perkara perdatanya melawan Muhammad Suhardi dalam perkara gugatan perdata 12/Pdt.G/2005. PN Brebes tertanggal 24 Mei 2006. Tapi menurut mereka lahan tersebut secara bukti yang syah adalah milik orang lain yaitu lahan di Desa Pende , Kecamatan Ketanggungan sesuai dengan sertifikat nomor: 769seluas 745 M2 dan lahan di Desa Bojongsari sesuai sertifikat dengan nomor: 343 seluas 5.940 M2 adalah milik Achmad Fikri serta lahan di Desa gunung Larang Kecamatan Salem sesuai persil denga Nomor: 001, Letter C Nomor: 0149 dan sesuai PBB adalah hak milik atas nama Ely Setia Nelina.
Untuk itu dalam orasinya para pendemo menuntut kepada PN Brebes untuk mengehentikan rencana lelang lahan dan mencabut surat penetapan dengan nomor: 37Pen.Pdt.G/LLg.Eks/2010/PN/BBs, tertanggal 22 April 2010 tentang pentapan Lelang dan Ekskusi ,meminta kepada badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Brebes untuk menolak permohonan balik nama sertifikat yang diajukan Balai lelang yang diperuntukan kepada pemenang lelang.
Dan selanjutnya para pendemo dalam orasinya juga meminta kepada Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia dimohonkan untuk mengabulkan Kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 130/Pdt/2012,tanggal 24 Maret 2012. Jo Pengadilan negeri Brebes Nomor: 10/Pdt.G.Vz/ 2011.PN Brebes tanggal 09 Nopember.
“Apabila tuntutan kami tidak dijawab atau lelang tidak dihentikan kami akan menurunkan massa dalam unjuk rasa berikutnya lebih banyak lagi. Karena lelang ekssekusi yang dilakukan oleh PN brebes adalah akal-akalan dari Muhammad Suhardi yang ingin menguasai lahan milik orang lain melalui kekuasaan PN Brebes” Terang Hasyim salah satu pendemo dari lembaga KPK-YEL-RI.
Lebih lanjut Sumedi dari LSM Pengabdi Pancasila yang juga tergabung dalam demo mengatakan bahwa terkait permasalahan ini telah melaporkan ke Aliansi Peduli Penegakan Hukum Indonesia (APPHI), Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia , Mahkamaha Agung RI dan badan Pertanahan Nasional Pusat (BPNP)” Dalam putusan perkara gugatan perdata 12/Pdt.G/2005. PN Brebes tertanggal 24 Mei 2006 ditemukan adanya pelanggaran kehormatan,martabat dan perilaku Hakim”tegasnya
Setelah memberikan orasi selama 1 jam lebih di depan PN Brebes ahirnya para pendemo membubarkan diri .(KN-1)

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar