Formades Randusari Audiensi, Tuntut Batalkan Hasil Seleksi Calon Perangkat Desa

Bagikan
Susmono Ketua Forum Masyarakat Desa (Formades) Randusari Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal saat ditemui dirumahnya pada, selasa (05/10).

Brebes, Kualitasnews.com- Kelompok warga masyarakat Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa (Formades) Geruduk Kantor Desa Randusari pada Selasa, (5/10).

Aksi tersebut menuntut dibatalkanya hasil seleksi calon Perangkat Desa yang diduga melakukan praktek kolusi dan nepotisme.

Aksi yang dikordinatori oleh Susmono selaku ketua Formades Randusari dilakukan atas dasar ketidakpuasan beberapa warga yang menganggap adanya tindakan pengondisian calon Perangkat Desa yang diselenggarakan beberapa hari lalu.

Kordinator aksi, Susmono dalam keteranganya mengatakan Aksi dilakukan atas dasar ketidakpuasan kami selaku warga Desa Randusari, beberapa warga mencermati adanya tindakan dugaan pengondisian calon Perangkat oleh Kepala Desa Serta panitia seleksi”. Ujar Susmono yang juga Ketua Formades.

Dirinya menilai dengan mencermati nama nama yang lolos seleksi, 2 dari 3 terseleksi merupakan keluarga Kepala Desa, mencerminkan dugaan kolusi dan nepotisme.

Tiga orang yang lolos diantaranya itu orang mereka, satu memang memiliki gelar S1, tetapi satunya lagi hanya memiliki ijasah kejar paket C, dan ini menjadi pertanyaan kami karena dari yang gagal seleksi juga banyak memiliki gelar S1″. Ujarnya

Selain aksi penolakan tersebut, Susmono menambahkan dalam audiensinya juga mempertanyakan kejanggalan dalam pemilihan ketua RT dan RW yang dianggap tidak prosedural.

Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Lasdie menyikapi jika apa yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasinya tetap dilindungi undang undang selama tidak anarkis.

Namun pihaknya juga mencermati jika dalam tahapan penjaringan Perangkat Desa Randusari sudah memenuhi tahapan tahapan sesuai aturan, namun dikatakannya jika ada dugaan dugaan yang muncul, semua kembalikan lagi kepada Camat yang merekomendasi keputusan”. Tegas Lasdi.

Aksi puluhan warga dikawal ketat oleh pihak kepolisian berjalan damai tanpa terjadi ketegangan.

Hingga berita ini ditayangkan pihak pemdes maupun panitia penyelenggara belum bisa dikonfirmasi. (Bj/Red).