MTBSM Efektif Menurunkan Angka Kesakitan dan kematian Bayi

Bagikan
Workshop
Workshop supervisi da monitoring MTBS-M bertempat di Aula Bappeda Kamis (26/6)

BREBE kualitasnews.com,- Upaya untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan Balita yang disebabkan pneumonia (radang selaput paru), diare, demam/batuk maka dilakukan intervensi melalui MTBS-M ( manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat), bertempat di Aula Bappeda (kamis, 26 juni 2014)  pada acara workshop supervisi supportive dan monitoring MTBS-M, acara ini dihadiri oleh Direktur Kesehatan Anak Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Unicef Indonesia, 38 puskesmas pengampu MTBS, Kasi Kesehatan Keluarga, Kasi Gizi dan Kasi Program Dinas Kesehatan Brebes.

Inisiasi pendekatan MTBS-M Brebes dikenalkan pada tahun 2011-2012 oleh Mercy Corp salah satu LSM international yang bermitra dengan Unicef untuk melaksanakan inisiasi intervensi awal di Brebes dan Buru Ambon Maluku, melalui intervensi 50 desa MTBS-M yang dikenal dengan program REACH ( Reaching for equity dan acces in child health-meningkatkan akses kesehatan anak bagi masyarakat yang belum terlayani).

Tujuan workshop supervisi dan monitoring MTBS-M ini adalah untuk peningkatan kapasitas petugas, mengidentifikasi penyelesaian yang muncul, memastikan kualitas pelayanan di MTBS-M, memperkuat hubungan antara petugas yang mengelola dengan kader/motivator, sisi yang lain peserta juga dikenalkan cara mengisi form pengamatan proses supervisi MTBS-M dan monitoring manajemen mutu di level puskesmas dan desa.

dr. Budi Setiawan, MSC Health Spesialis Unicef Indonesia, mengatakan “Pendekatan MTBS-M sudah diakui oleh WHO selaku Badan Dunia Kesehatan sangat efektif untuk penanggulangan angka kesakitan dan kematian bayi, apalagi dengan lokasi di Brebes yang sementara ini memberikan kontribusi angka kematian bayi masih tinggi di Jawa Tengah”

dr. Asteria, mewakili Direktur Kesehatan Anak RI menuturkan ” saya apresiasi dengan upaya yang sudah dilakukan Unicef di Brebes dalam rangka mendukung MTBS-M, peran kami dari Kemenkes RI pada acara ini nantinya akan kita dorong kebijakan  di level pusat agar semua wilayah kab/kota di Indonesia mereplikasi program MTBS-M, supaya  angka kematian bayi dan kesakitan bayi bisa di tangani dengan baik.”

Hal yang sama juga di tandaskan oleh Khaerul Abidin selaku Kabid Pemsosbud Bappeda, ” Workshop ini sangat penting dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan peningkatan akses pelayanan balita sakit di tingkat masyarakat terutama pada daerah/desa yang sulit akses pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus juga untuk membangun komitmen sesuai dengan prosedur MTBSM”. (bu/KN)