Narjo ; Jadi kepala Sekolah Harus Hebat

BREBES kualitasnews.com,- Menjadi Kepala Sekolah harus lebih hebat ketimbang guru atau pun tenaga kependidikan lainnya. Sebab, kehebatan seorang kepala sekolah bisa berpengaruh langsung terhadap kesuksesan pengelolaan sekolah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian dikatakan Narjo Wakil Bupati Brebes dalam acara entupan Diklat Calon Kepala Sekolah di Aula Islamic Center, Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (28/6/14).
Lebi lanjut Narjo mengatakan kepala sekolah jangan sampai tidak menguasai manajerial sekolah. Narjo juga berharap, setelah mendapatkan ilmu dari pendidikan dan latihan bisa menerapkan ilmunya di lapangan. Jangan sampai ilmu yang didapat hanya sia-sia, ibarat pohon yang tidak berbuah. “Pohon tak berbuah itu hanya sedikit manfaatnya,” katanya.
Kehebatan seorang Kepala Sekolah, lanjutnya, bisa diujudkan dengan selalu rajin, terampil, enerjik, cerdas, berkepribadian luhur, dan menghindarkan diri dan sifat, tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, institusi serta negara. “Kewenangan yang dimiliki Kepala Sekolah bukan untuk berbuat sewenang wenang tetapi untuk mengamankan amanat yang telah diembannya,” tandasnya.
Narjo juga mengucapkan selamat atas selesaianya pelaksanaan diklat, yang berarti menjadi titik awal memulai berikhtiar dan berkiprah. Bukan berarti malah menutup ilmu yang dimiliki tanpa diamalkannya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Brebes Dra Lutfiyatul Latifah menjelaskan, diklat calon kepala sekolah diikuti 40 orang. Mereka terdiri dari 5 orang guru SMA dan 35 guru SMP yang telah lolos seleksi calon kepala sekolah. “Mereka dididik selama tiga bulan, berupa materi dan praktek serta terjun ke sekolah-sekolah yang ditunjuk,” kata Lutfiyatul.
Senada dengan wakil bupati, Bu Lut-demikian panggilan akrabnya- juga berharap agar alumni diklat tampil lebih profesional, ulet, jujur dan berkualitas. Sebab ada tuntutan yang harus ditanggung yakni meningkatkan kualitas peserta didik. “Calon Kepala sekolah tidak hanya menjadi seorang pendidik, tetapi juga dituntut menjadi seorang yang profesional,” tambahnya. (ws/KN)
