Siswi MI di Brebes Kurban Kambing, Hasil Menabung 4 Tahun

Bagikan
Shafa Rizquna Arifin (9) bersama Kambing kurban.

Brebes,Kualitasnews.com- Di hari Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini terselip cerita seorang Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Brebes yang berkurban dari hasil uang tabungannya sendiri. Anak tersebut berhasil membeli kambing kurban setelah menabung selama empat tahun. Anak tersebut adalah Shafa Rizquna Arifin (9).

“Saya Nabung sejak kelas 1 hingga Sekarang kelas 4 MI,” kata Siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbaul Hisan Pesantunan Brebes, Kamis (30/07).

Selama 4 tahun, Shafa menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Besarannya bervariasi, mulai Rp 500, Rp 1000 hingga 5000 rupiah.

“Ditabung di celengan yang ada di rumah,” kata anak yang tinggal di Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah .

Menurut anak 9 tahun ini, ia menabung karena keinginannya berqurban. Namun sang orang tua tidak diberi tahu jika dirinya menyisihkan uang dengan niat berkurban, akhirnya uang celengan tersebut diambil dan dibelikan kambing untuk kurban.

“Ya uangnya sudah buat beli kambing kurban saja. Biar bisa dipakai tunggangan di surga,” katanya.

Setelah menabung selama 4 tahun, uang Shafa terkumpul sekitar Rp 3 juta lebih. Uang tersebut sudah cukup untuk membeli seekor kambing. Shafa berhasil membeli kambing setelah 4 tahun menabung.

Ayah Shafa, Jenal Arifin mengakui jiwa sosial sang anak memang sudah tampak sejak lama. Oleh karena itu, dia tidak kaget ketika Shafa mengikhlaskan uang yang ditabung selama 4 tahun untuk membeli hewan kurban.

“Saya merasa terharu bahkan berlinang air mata ketika Shafa secara tiba-tiba menunjukan uang dan mengutarakan maksudnya untuk berkurban,” Ucap Jenal.

Menurut Jenal, Sebenarnya saya merasa keberatan untuk dipublikasikan takutnya jadi mudorot, kasihan shafa barangkali dikira sombong, tapi kalau memang nantinya untuk motivasi anak-anak yang lain ya bagus saja, yang penting niat ikhlas, mohon doanya saja agar tahun depan bisa berkurban kembali,” Pungkasnya.

ia pun mengaku bangga memiliki putri dengan jiwa sosial tinggi. Apalagi sang anak juga bercita-cita suatu saat ingin berkurban kembali.

(Bedjo/Olm).