Kunjungan ke Brebes, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dorong Konsep Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

Brebes, Kualitasnews.com- Wakil Ketua komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih Mendorong konsep Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dan Belajar Dari Rumah (BDR), Hal itu disampaikan usai menjadi keynote speaker di acara Worksop Pendidikan, Sabtu (16/10) di Grand Dian Hotel Brebes yang digelar Kerjasama antara Kemendikbud Ristek dan Komisi X DPR RI.
Fikri menjelaskan, Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Kemdikbud Ristek memberikan kembali pembelajaran tatap muka, namun kita juga tidak lengah di situasi pandemi covid 19, maka kami mendorong PTM Terbatas juga BDR” Ujar Fikri.
Lanjut Fikri, faktanya di jawa tengah dibeberapa tempat terjadi cluster baru, ini karena kelengahan, meski tidak menjadi syarat mutlak tetapi ini kebutuhan bahwa tenaga pendidik harus telah tervaksin maksimal dengan tetap terapkan prokes, Maka yang sangat menjadi perhatianya adalah tenaga pendidik.
Ia juga menilai jika brebes menjadi sangat penting mengingat Kabupaten brebes masih memiliki Indek Pembangunan Manusia sangat rendah, dengan situasi pandemic covid diharapkan bisa menjadi spirit bangkit mengejar ketertinggalanya dan Alhamdulilah Brebes salah satu daerah yang sudah pada level 3 sehingga diperbolehkan PTMT.

Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Sukartomo Arham, SH., M Si. menegaskan “Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) hanya boleh dilakukan oleh didaerah yang telah memasuki level 3, 2 dan 1, untuk daerah yang masih level 4 belum diperbolehkan” Tegasnya
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Sutrisno SH, MH memaparkan Konsep pembelajaran PTMT di lingkungan dinas Pendidikan kabupaten Brebes telah diterapkan, dengan mengurangi jam pelajaran dan hanya mengisi 50 persen siswa dari kapasitas ruangan.
Sutrisno menjelaskan jika tenaga pendidik di wilayahnya sudah tervaksin 90 persen untuk vaksin pertama, ia juga menyampaikan intruksi Bupati Brebes bahwa setiap sekolahan harus membuat surat keputusan (SK) Tim Covid dengan terstruktur hingga tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Saat terjadi cluster di dua daerah di Jawa Tengah juga segera melalui intruksi Gubernur Jawa Tengah kami bersama Dinas Kesehatan langsung turun memeriksa secara acak, dan alhamdulilah tidak ada masalah” Bebernya.
Ia juga membenarkan jika di brebes konsep pembelajaran tatap muka 50 persen telah diterapkan dan tentunya telah mendapat ijin orang tua dengan tetap melakukan protocol kesehatan, namun selebihnya masih menggunakan sistem pembelajaran di rumah atau daring. (Bedjo/RN).
