Beberapa Perilaku Keliru Yang Sering Dilakukan Ibu Hamil Dan Menyusui

Brebes kualitasnews.com,- Dari hasil studi formatif strategi Komunikasi Prestasi (Progresif Pengentasan Masalah Gizi) yang dilakukan oleh Risang Rimbaatmaja menemukan, ada beberapa perilaku yang keliru yang sering dilakukan oleh Ibu hamil dan Menyusui, dimana perilaku yang keliru tersebut sebenarnya bisa merugikan dan membahayakan bagi Ibu dan bayinya, tapi anehnya justru perilaku tersebut menjadi sebuah tradisi yang sulit untuk dihilangkan.
Menurut peneliti dan pengajar tidak tetap di Program PascaSarjana Ilmu Komunikasi FISIP UI Salemba ini, diantara perilaku yang keliru yang sering dilakukan oleh Ibu hamil dan menyusui adalah.
Pertama , Perilaku keliru yang menganggap bahwa jika sudah sehat tidak perlu meminum tablet tambah darah karena nanti kuatir darahnya kebanyakan. Padahal tablet penambah darah adalah suatu hal yang sangat penting sekali untuk Ibu yang sedang mengandung sehingga disaat melahirkan nanti si Ibu tidak kekurangan darah.
Kedua,Perilaku keliru yang menganggap bahwa jika seorang Ibu hamil yang kurang nafsu makannya adalah bawaan bayi, sehingga mereka tidak berusaha untuk bisa memenuhi asumsi gizi untuk janinnya. Padahal seorang Ibu yang sedang mengandung perlu adanya asupan gizi yang lebih untuk kesehatan Ibunya dan bayinya. Jadi berusahalah untuk memakan makanan yang bergizi walau kadang nafsu makan hilang.
Ketiga, Inilah Perilaku keliru yang sering sekali dilakukan oleh Ibu yang sedang menyusui yaitu memberi air minum dan memberi makan pisang pada bayi yang belum berumur 6, dengan alsan bahwa dengan memebrikan air minum dan makan pisang pada bayi yang belum berumur 6 bulan akan membuat badan bayi kita tidak boyot, tidak mudah sakit, tidak lembek, anak bergerak lebih agresif, anak tidak gampang nangis. Padahal memberi ASI ekslusif selama 6 bulan penuh adalah lebih baik, disamping ASI penuh dengan gizi ASI juga bisa memeberikan kekebalan pada bayi sehingga bayi tidak mudah sakit. Justru dengan memeberi makanan pada bayi yang belum berumur 6 bulan bisa membahyakan bayi, karena sistem pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan yang sifatnya keras.
Keempat, Perilaku keliru yang hanya memberikan makanan pendamping ASI hanya berupa Nasi, Bubur saja tanpa memebrikan makanan yang bergizi lainnya, seperti ntuk makanan Pendamping ASI, bayi saya kira cukup diberi Nasi, sayur, tempe, tahu, atau bubur, tidak kuat jika dibeli ikan, ayam, daging karena mahal
Dan yang Kelima tidak mencuci tangan pakai sabun, padahal mereka sebenarnya tahu tapi tidak dipraktekkan. Mereka menganggap mencuci tangan tanpa sabun kalau sudah kelihatan bersih dan tanpa bau bagi mereka sudah cukup.
Dalam Studi formatif yang dilaksanakan di Brebes pada tanggal 1-4 Mei 2013 dengan kelompok sasaran Ibu Hamil PKH dan Non PKH, Ibu dengan usia 0-6 bulan (PKH dan Non PKH), Ibu dengan 6-24 bulan (PKH dan Non PKH), yang dilakukan di 2 lokasi yaitu Jipang dan Sawojajar.
Menurutnya untuk mengikis perilaku yang keliru tersebut perlu adanya sosialisasi baik dari media, tenaga kesahatan bahwa perilaku tersebut tidak benar dan perlu adanya peran dari keluarga baik orang tua, nenek, atau suami untuk memeberi pemahaman kepada mereka sehingga sedikit demi sedikit perilaku keliru tersebut bisa ditinggalkan.(johan)
