Dana Kematian di Desa Bulakamba Diduga Dipotong

Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

Brebes kualitasnews.com,- Dana kematian dari Pemerintah Kabupaten Brebes yang diperuntukan untuk keluarga miskin yang meninggal dunia di Desa Bulakmba, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes diduga dipotong oleh oknum peragkat desa berinisial ( T). Salah satunya adalah atas nama ahli waris keluarga Washadi RT 1 RW 2, Blok Karangjati, Bulakamba, Brebes.

Demikian dikatakan Iing salah seorang aktifis pemuda desa Bulakamba. Menurut Iing dana yang seharusnya diterima oleh keluarga ahi waris sekitar 1 jutaan menurutnya dari penuturan keluarga ahli waris Washadi yaitu Jeni dan Roni hanya menerima 800 ribu saja.

“Saya menyayangkan adanya pemotongan dari perangkat desa dana santunan kematian. Seharus kita bisa bantu ahli waris yang sedang berduka tapi kok malah memotong dana tersebut” ujar Iing kepada kualitasnews.com beberapa waktu lalu .

Lebih lanjut Iing mengatakan saat pihaknya menkonfirmasi kepada oknum perangkat desa yang bersangkutan katanya pemotongan tersebut sebagi operasional dan administrasi pengurusan dan menurutnya itu dilakukan atas perintah Kepala Desa.

“Saat saya menkonfirmasi masalah pemotongan kepada perangkat desa yang bersangkutan, Ia bilang katanya itu bukan pemotongan tapi untuk operasional dan administrasi pengurusan dana tersebut” cerita Iing.

Sementara Dinas Sosial kabupaten Brebes Syamsul Komar, SH,  saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut via telepeon mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut karena seharusnya keluarga ahli waris menerima utuh 1 juta tanpa ada potongan.

“Perangkat desa itu sudah mendapat bengkok sebagai gaji perbulannya jadi seharusnya tidak usah memotong biaya operasional apalagi itu sudah menjadi tugas dari perangkat desa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan” terangnya.

Terkait dana santunan kematian juga sempat dikritisi oleh DPRD kabupaten Brebes. Seperti yang dilansir oleh salah satu media online, bahwa Komisi IV DPRD Brebes, Jawa Tengah, menyayangkan prosedural pengurusan dana santunan kematian yang dinilai cukup rumit dan memberatkan bagi calon penerima.

“Banyak masyarakat yang mengadukan persoalan dana santunan kematian bagi ahli waris ini kepada kami, karena dinilai proses persyaratannya cukup rumit dan memberatkan bagi calon penerima,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ahmad Torikhin Rabu 18 September 2013.

Dia mengatakan, meski program dana santunan kematian itu sudah menjadi programnya Pemkab Brebes, mestinya jangan dipersulit.Pihaknya berharap kepada Dinsosnakertrans untuk mempermudah proses mendapatkan dana santunan kematian bagi ahli waris sebesar Rp 1 juta itu. Jangan sampai calon penerima, misal tinggalnya dari Desa Salem, malah disuruh bolak-balik hanya karena kurang memenuhi persyaratan KTP saja.

“Kejadian ini bahkan memang ada, padahal ongkos/biaya transportasi dari Desa Salem ke Brebes cukup besar, yakni sampai habis Rp 700 ribu. Sementara, dana santunan kematian yang diterima hanya Rp 1 juta. Itu berarti sama saja hanya mendapatkan dana santunan kematian Rp 300 ribu. Masya Allah, ini kan sangat kasihan sekali,” ujarnya.(Team KN)