Dilarang Memancing di Area Tambak Kaliwlingi Brebes

Bagikan

Brebes,Kualitasnews.com- Sejumlah elemen masyarakat dari Pemdes dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Desa Kaliwlingi Kecamatan/Kabupaten Brebes Jawa Tengah melakukan pengawasan pada wilayah pedukuhan Pandansari.

Pengawasan dan pengamanan jalur masuk Pedukuhan Pandansari bertujuan untuk menjalankan Perdes : No.10 tahun 2020 tentang Pelarangan Mancing di area tambak Kaliwlingi/Pandansari Brebes.

Wasmad (67) salah satu petugas pengamanan mengatakan, “Sebelum ada pandemi covid-19 pemancing banyak merusak di tambaknya yang berada disekitar Pedukuhan Pandansari, yang jelas juga merusak hasil kekayaan petani tambak,” terangnya.

Lebih lanjut, “Ada pemancing yang menggunakan watang atau joran pancing, tapi nyatanya menggunakan jaring, pasti ikan bandeng maupun udang pasti dibawa sekalian,” Ucap Wasmad.

Perdes larangan mancing tersebut sudah dibuat sebelum adanya pandemi virus corona pada bulan Januari, namun Perdes belum ketok palu karena belum mengumpulkan masyarakat.

Berhubung ada gejolak seperti ini maka belum sempat mengumpulkan masyarakat, sedangkan saat ini para petani tambak merasa resah karena disinyalir jadi ajang pesta orang selatan.

Belum diketahui apa maksud jadi ajang pesta orang selatan yang jelas warga berkecimpung langsung didampingi anggota BPD setempat dibuatkan Perdes.

Disisi lain menurut Wasmad ada kaitannya juga dengan pencegahan penyebaran covid-19 menurut aturan Pemerintah yang ada supaya para pendatang juga turut terawasi.

Adapun sanksi yang melanggar akan dikenakan berupa denda, penyitaan barang atau alat pancing. Warga berharap agar hari kedepan semakin aman dan kondusif, tidak ada keluhan apapun.

Larangan memancing di area tambak Pedukuhan Pandansari Desa Kaliwlingi Brebes ini tertuang dalam Peraturan Desa (Perdes) No.10 tahun 2020.

Adapun isi Perdes yang tertuang berbunyi, “Setiap orang atau warga pribumi atau non pribumi tidak diperbolehkan, dilarang menangkap ikan atau sejenisnya dengan menggunakan bahan atau alat.”

Diantaranya, dilarang menggunakan alat kail/pancing, menggunakan jala/jaring, menggunakan bahan peledak, menggunakan alat wadong, menggunakan alat arab/sejenisnya, menggunakan bahan kimia/sejenisnya, menggunakan alat seser/caduk, menggunakan alat setrum dan menggunakan alat obor/senter. (Giman Angga).