Pasien RSUD Brebes Menurun,Karyawan BLUD Terancam Di PHK

Bagikan

Brebes,Kualitasnews.com- Pasien RSUD Brebes Menurun, Karyawan BLUD Pun Terancam Di PHK
Sejak ada penerapan sistem rujukan berjenjang, RSUD Brebes yang merupakan rumah sakit pelat merah tipe B ini baru bisa menerima limpahan pasien dari rumah sakit kelas C dan D. Itupun setelah rumah sakit kelas C dan D terpenuhi 80 persen.

Meskipun sistem rujukan berjenjang ini dibuat dengan dalih pemerataan pasien. Namun faktanya, dari fasilitas kesehatan tingkat pratama (FKTP), pasien hanya bisa memilih rujukan ke rumah sakit kelas C dan D.

Sebagaimana yang tampak diruang tunggu pasien Rumah Sakit Daerah Kabupaten Brebes. Ruang tunggu pasien ini biasanya penuh dengan ratusan orang yang antri berobat, namun sejak ada penerapan rujukan online, tampak sepi.

Menurut Direktur RSUD Brebes, sebelumnya, untuk setiap hari rata rata melayani pasien rawat jalan hingga 400 orang. Namun semenjak ada penerapan rujukan online, hanya 50 sampai 100 orang per hari.

“Sebagian besar pasien di RSUD adalah peserta BPJS. Ada sekitar 80 persen pasien yang berobat disini adalah peserta BPJS. Jadi dengan kebijakan baru itu, rumah sakit kami ikut terkena dampaknya,” kata Oo Suprana.

Hal tersebut, juga berdampak pada kondisi keuangan rumah sakit. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan perampingan karyawan untuk menghemat pengeluaran.

“Ini sudah ada wacana antar direktur RSUD untuk mengurangi jumlah karyawan BLUD,” ungkap Oo Suprana.

Dirinya pun mengakui, bahwa RSUD Brebes saat ini ada sekitar 900 orang karyawan BLUD. Bisa jadi, mereka bakal terancam di PHK kan. Jika mereka tidak mau kena PHK, berarti mereka harus mau dibayar sesuai kemampuan RSUD. (Dedi.A/KN3)