Akibat Naiknya Bahan Baku,Pengrajin Tahu Terpaksa Perkecil Ukuran Dan Pengurangan Karyawan

Tegal,Kualitasnews.com- Bahan baku naik akibat nilai tukar dollar terhadap rupiah, para pengrajin tahu rupanya perkecil ukuran dan pengurangan karyawan.

Naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah berdampak pada pengrajin tahu di kota Tegal Jawa Tengah pada,Jumat (07/09).

Naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah berdampak pengrajin tahu di kota Tegal Jawa Tengah,pasalnya kedelai yang merupakan bahan baku utama pembuatan tahu sangat dipengaruhi naik turunnya kurs karena merupakan komoditas impor,untuk mensiasati agar usahanya bisa terus beroprasi terpaksa pengrajin mengurangi jumlah karyawan.

Menurut Juleha Salah satu pengrajin tahu dari kelurahan Slerok Tegal timur,kota Tegal dirinya terpaksa mengurangi jumlah karyawan agar usaha tidak sampai gulung tikar atau bangkrut,jumat siang terpaksa melakukan pengurangan jumlah karyawan,namun tak hanya itu saja dirinya juga memperkecil ukuran tahu dari ukuran sebelumnya,pungkas Juleha.

Kenaikan nilai tukar dollar atas rupiah sangat berpengaruh terhadap biaya produksi pembuatan tahu,pasalnya harga kedelai yang merupakan bahan baku utama merupakan komoditas impor yang dipengaruhi kurs,selama ini para pengrajin tahu menggunakan kedelai impor yang diduga asal negara Amerika Serikat.

Harga kedelai impor saat ini Rp.7500 perkilogram mengalami kenaikan Rp.1000 dari sebelumnya hanya Rp.6500 perkilogram meski bahan baku telah naik,namun pengrajin enggan menaikan harga jual tahu karena khawatir akan ditinggalkan oleh pelanggan.

Agar para karyawannya tidak kehilangan pekerjaan,pengrajin terpaksa memberlakukan jadwal pekerja secara bergiliran,dalam hal ini pengrajin tahu berharap Pemerintah segera mengatasi dollar yang terus meroket agar nilai tukar rupiah kembali menguat sehingga harga kedelai bisa kembali turun. (Bedjo/KN1/YH)

Bagikan segera
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Beri Komentar