Ribuan Bebek Sulit Bertelur, Peternak Mengeluh
Brebes,KualitasNews.com- Sejumlah peternak itik dikawasan pecolotan kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes mengeluh lantaran bebek yang mereka ternak mengalami penurunan tajam karena sulit bertelur.
Saat ditemui kualitasNews.Com,Muhaimin menjelaskan sulitnya bebek merekaa bertelur karena dampak factor pasca flu burung massal pekan lalu,” Saat ini telor yang dihasilkan hanya mencapai 70-90 butir per-hari beda jauh sebelum maraknya wabah firus flu burung yang bisa mencapai 150-250 butir per-hari. Karena susahnya bebek bertelur membuat harga telor mahal, yang biasanya saya jual Rp. 1200 per-butir sekarang saya saya jual Rp1500,- ke para tengkulak telur”ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan Nuriman. Nuriman menuturkan bahwa bahwa bebek yang diternaknya tidak bisa bertelur seperti dulu sebelum ada flu burung, sekarang setelah ada flu burung yang kemarin membuat bebeknya susah untuk bertelur.
Selain susahnya bebek untuk bertelur kendala lain yang dihadapi para peternak menurut Nuriman adalah harga pakan ikan giling atau yang biasa disebut pirik yang saat ini melonjak tinggi ,ditambah lagi dengan kelangkaan bekatul membuat para peternak bebek seakan diujung tanduk
“ Karena mahalnya harga pakan ternak kami berusaha mencari bahan pakan ternak lain berupa eceng gondok sebagai pelengkap agar mudah bertelur”kata Nuriman
Ditempat terpisah,Risna penjual telur asin menerangkan harga telur asin yang dia jual mencapai Rp2400,- per butir “Pembelian telur dari peternak mencapai Rp1500,-. Belum bahan dan proses pembuatannya yang memakan waktu lama,ditambah biaya kemasan tok untuk dapat untung maka saya jual Rp. 2400,- per-butir” jelasnya.
Jenis telur asin yang dijual Risna meliputi telur asin biasa(godok),dan pangon atau biasa disebut telur asin panggang.(KN-9)

