Sejumlah Pasien RSUD Mengeluh Soal Rujukan Online

Bagikan

Brebes,Kualitasnews.com-Penerapan sistem rujukan online oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang saat ini sudah melewati fase ketiga, menuai keluhan dari sebagian masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Pasalnya, meskipun sudah melewati tahap uji coba proses rujukan online, namun rujukan online ini dinilai menyengsarakan peserta yang sedang berobat jalan, dimana mereka harus berobat jalan melalui tahapan yang telah ditetapkan oleh pihak BPJS.

Beberapa pasien yang saat ini berada diruang tunggu RSUD Brebes mengaku dirinya tidak dapat memilih rumah sakit yang dituju karena telah ditentukan oleh aplikasi BPJS Kesehatan (sistem rujukan online).

“Saya biasanya dapat rujukan ke RSUD, tapi sekarang saya dapat rujukannya ke rumah sakit lain,” kata Intan (31). Selasa (16/10/2018).

Bahkan sebagian mereka lebih memilih menjadi pasien umum di RSUD Brebes daripada menggunakan fasilitas BPJS.

“Khawatir obatnya tidak cocok, jadi mending saya pakai yang umum,” jelas Sanah (34).

Mereka pun merasa khawatir jika dalam keadaan darurat harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih jauh dari tempat tinggal mereka.

“Khawatir, dapat rujukan ke rumah sakit lain, kan tidak tahu ditetapkan nantinya di rumah sakit mana lagi?, Tolong, jangan mempersulit orang yang lagi sakit” keluh Narsih (49).

Nuridin (41) yang berprofesi sebagai pedagang keliling ini juga merasa khawatir jika harus pindah rumah sakit rujukan yang jauh dari rumahnya.

“Mending langsung ke RSUD sini aja. Pilih umum, meski bayarnya saya harus cari hutangan dulu,” tutur Nuridin.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Brebes saat dimintai keterangan lewat WhatsApp terkait kekhawatiran masyarakat pun menjelaskan bahwa pasien dalam keadaan darurat tidak perlu meminta rujukan.

“Untuk keadaan emergency, mestinya tidak perlu minta surat rujukan. Bisa langsung ke IGD rumah sakit, untuk segera ditangani,” ucap Indra.

Selain itu, dampak rujukan online berjenjang ini, bisa membuat RSUD Brebes ini sepi pasien karena semua pasien harus ditangani oleh rumah sakit kelas D atau C sebelum dirujuk ke rumah sakit kelas B.

Oleh karenanya, BPJS Kesehatan diharapkan lebih gencar mensosialisasikan terkait aplikasi (sistem) rujukan online tersebut agar masyarakat tidak beranggapan RSUD Brebes yang melakukan penolakan, dan tidak mau melayani mereka. (Dedi.A/KN3)