Warga Bongkar Makam Palsu di Desa Sawojajar, Dikhawatirkan Jadi Ajang Pesugihan

BREBES, Kualitasnews.com- Diduga delapan makam palsu ditemukan warga di Desa Sawojajar Kecamatan Wansari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Warga sekitar didampingi Pemerintah Desa akhirnya membongkar makam tersebut
Pembangunan makam yang diketahui baru beberapa tahun ini berdiri dan saat ini dibongkar warga lantaran selain diduga palsu juga dikhawatirkan jadi ajang pesugihan.
Sekretaris Desa Sawojajar Abdulloh Alyasa menuturkan, makam yang berada di tanah desa sebelumnya adalah tempat kandang bebek.
”Jadi ditanah milik desa yang sebelumnya untuk kandang bebek tersebut diketahui awalnya tidak ada makam, Baru sekitar tahun 2022 berdiri 2 buah makam yang pada akhirnya bertambah hingga 8 makam.
Warga sendiri tidak tahu makam siapa dan sayangnya meski berada di tanah desa, pihak pemerintah desa tidak tahu lantaran tidak ada pihak yang pernah meminta izin.
Baru diketahui setelah ramai, Lantaran dipastikan itu makam palsu dan dikhawatirkan jadi ajang pesugihan, warga bersama pemerintah desa dan pihak keamanan terkait, tadi malam kami bongkar,” beber Abduloh, Jum’at (10/10/2025) dikantornya.

Masih kata Abduloh, makam tersebut diketahui dibangun oleh salah seorang warga lain yang mengaku mendapat wangsit.
”Dari keterangan seorang warga desa lain yang sempat kami konfirmasi, Pembangunan makam itu pada awalnya dari pengakuanya setelah mendapat wangsit. Orang itu bahkan diketahui kalau siangnya jualan keliling, dan malamnya berada dimakam, Makam itu dibangun sendiri di ziarahi sendiri bersama kelompoknya,” pungkasnya.
Terpisah, ketua ranting Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabililah (PWI LS) Kecamatan Wanasari mendukung penuh aksi pembongkaran itu, menurutnya dugaan makam palsu akhir akhir ini perlu disikapi lantaran dikhawatirkan akan mengarah pada pembelokan sejarah leluhur.
”Kami mendukung penuh langkah warga, karena sesui dengan sikap kami, PWI LS adalah meluruskan sejarah, karena belakangan ini marak banyak makam makam palsu yang berdiri, entah motifnya apa, Jadi sikap PWI LS adalah menolak adanya dugaan pembelokan sejarah,” kata ketua PWI LS ranting Kecamatan Wanasari, Tobari.
pantauan di lokasi, makam diduga palsu yang berada sekitar 300 meter dari kantor Balai Desa Sawojajar itu telah rata dengan tanah, tampak sisa- sisa pembongkaran dan pembakaran masih terlihat, bahkan sumur yang diduga keramat juga dihancurkan.
Dari keterangan didapat, nama makam makam tersebut identik dengan nama nama besar tokoh tokoh islam timur tengah seperti Syekh Saman Al-Madani, Syekh Ibrahim Tunggul Wulung, Syekh Junaedi, Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani, Arsyad Al-Banjari, Syekh Saman Al-Madani, Syekh Hasbul Anwar Al-Banjari dan Syekh Hasan Basri yang dituliskan pada nisan makan yang kini telah dibongkar.
(Redaksi).
